Tilep Uang Perusda PT AKU Rp29,7 M, Yanuar Divonis 13 Tahun

oleh -490 views
Direktur Utama PT Agro Kaltim Utama, Yanuar, saat masih ditahan oleh Jaksa Penyidik di Kejaksaan Tinggi Kaltim.

BERITAKALTIM.CO- Masih ingat dengan Direktur Utama Perusda PT AKU atau Agro Kaltim Utama, Ir Yanuar MM. Setelah perkaranya disidangkan di Pengadilan Tipikor Samarinda, dia divonis 13 tahun penjara dan denda Rp650 juta. Terhukum juga diwajibkan mengembalikan uang perusahaan atau uang pengganti yang bersumber dari Pemprov Kaltim sebesar Rp14.873.322.564.

Perbuatan Yanuar dilakukan bersama dengan Nuriyanto SP MM, yang juga salah seorang direksi di Perusda PT AKU. Nuriyanto juga ditahan dan tuntutannya sama dengan Yanuar, namun masih menunggu sidang putusan di pengadian yang sama.

Vonis terhadap Yanuar dibacakan majelis hakim diketuai Hongkun Ottoh SH MH didampingi Hakim Anggota Lucius Sunarno SH MH dan Arwin Kusmanta SH MM, Jumat (9/4/2021).

“Menjatuhkan pidana terhadap Ir Yanuar MM dengan pidana penjara selama 13 tahun dan denda sejumlah Rp650 Juta, dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan,” ucap Ketua Majelis Hakim dalam amar putusan sidang secara virtual itu.

Dalam amar putusannya, Majelis Hakim menyebut terdakwa Yanuar terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Perbuatannya sesuai Pasal 2 Ayat (1) Junto Pasal 18 Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Junto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP sebagaimana dalam dakwaan Primair.

Selain menjatuhkan vonis penjara, terpidana Yanuar juga dihukum membayar uang pengganti (UP) atas kerugian negara yang diperbuatnya. Uang pengganti yang ditetapkan majelis hakim sebesar Rp14.873.322.564.

Atas hukuman pengganti itu, majelis hakim menyerukan paling lama 1 bulan sesudah putusan Pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap sudah dibayarkan. Jika terpidana Yanuar tidak membayar, maka harta bendanya disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi UP tersebut. Ada lagi ketentuan lain, yakni apabila terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama 5 tahun.

Majelis Hakim juga menetapkan masa penahanan yang telah dijalani dikurangkan seluruhnya dari pidana yang telah dijatuhkan, dan menetapkan terdakwa tetap berada dalam rumah tahanan negara.

Hukuman ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zaenurofiq SH dari Kejaksaan Tinggi Kaltim, yang menuntut terdakwa Yanuar dengan pidana penjara selama 15 tahun denda sebesar Rp500 Juta, Subsidair 6 bulan kurungan pada sidang sebelumnya.

Selain itu, JPU juga menuntut terdakwa Ir Yanuar untuk membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp14.873.322.564, Subsidair 7 tahun dan 6 bulan penjara.

Terhadap putusan tersebut, terdakwa melalui Penasehat Hukum (PH) yang mendampinginya dalam persidangan masing-masing Wasti SH MH, Supiatno SH MH, Agustinus Arif Juono SH, Binarida Kusumastuti SH, dan Marpen Sinaga SH dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Widya Gama Mahakam Samarinda menyatakan pikir-pikir.

“Pikir-Pikir,” kata Supiatno setelah mendengarkan jawaban kliennya.

Begitu juga dengan JPU, menyatakan pikir-pikir saat ditanya Ketua Majelis Hakim.

“Pikir-Pikir Yang Mulia,” kata Rosnaini Ulfa SH dari Kejati Kaltim yang menghadiri sidang pembacaan putusan tersebut.

Terhadap jawaban tersebut, Ketua Majelis Hakim mengatakan para pihak memiliki waktu selama 7 hari untuk menyatakan sikap. Apakah menerima putusan tersebut, atau menempuh upaya hukum Banding.

Ir Yanuar MM diseret ke Meja Hijauh dalam dakwaan Tipikor dana penyertaan modal Pemprov Kaltim kepada Perusda PT AKU sebesar Rp27 Milyar tahun 2003 hingga 2010. Ditambah lagi sebesar dan Rp2.746.645.128, merupakan Laba Operasional PT AKU yang digunakan kembali dalam kerja sama dengan pihak Ketiga, sehingga secara keseluruhan berjumlah Rp29.746.645.128. #

Wartawan: le | sumber: detakkaltim