Tumbuhkan UKS di Sekolah Sekolah

oleh -27 Dilihat

resmikan UKSSAMARINDA,BERITAKALTIM.com —Kesan kecamatan Sungai Kunjang sebagai barometer sekolah sehat di Samarinda, bukan harus dicemburui, melainkan sebagai inspirasi untuk bisa diikuti bahkan tekad supaya bisa melebihinya. Seperti halnya kecamatan Samarinda Ulu akan mewujudkan itu.
“Pesan dari orang tua saya, dalam hidup ini apa yang kita lihat, supaya dijadikan sebagai inspirasi. Begitu pula dalam mencetak sekolah-sekolah sehat di Samarinda. Memang selama ini, kecamatan Sungai Kunjang unggul dalam pembinaan sekolah sehat ataupun UKS-nya. Jadikan ini sebagai inspirasi,” ucap ketua TP UKS Samarinda Hj Puji Setyowati Jaang dalam sambutannya ketika meresmikan UKS SDN 012 kecamatan Samarinda Ulu Jl KS Tubun, Rabu (11/3).
Puji memberi apresiasi terhadap kepala SDN 012 Samarinda Ulu Siti Akhmaliah yang telah mampu menyulap sekolahnya menjadi asri dan hijau.
“Bukan hanya lingkungan yang asri dan hijau, di sekolah ini juga ada edukasi-edukasi berupa informasi di media-media hampir di setiap pojok. Seperti informasi atau tulisan-tulisan yang mengajarkan anak untuk berperilaku HBS, petuah-petuah. Saran saya nanti juga ada info yang menunjukkan ruang. Hal seperti ini sering diabaikan sekolah. Ada sekolah yang hijau, tapi kurang informative, sehingga menjadi minus oleh tim penilai,” tutur Puji yang juga ketua Forum Kota Sehat (Forkots) Samarinda.
Puji juga menyambut positif adanya gerakan-gerakan di sekolah untuk membuat UKS. “Bahkan ada saya dengar dari ibu kepala UPT Dinas Pendidikan Samarinda Ulu ( Yuyu Mariani), ada sekolah yang menyulap separo gudangnya menjadi UKS. Mudahan ini awal yang bagus. Harapan saya, 2 tahun lagi SDN 012 bisa berbicara di tingkat nasional bersama sekolah sehat lainnya di Samarinda Ulu,” harap isteri wali kota Samarinda ini.
Sebelumnya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Samarinda DR Asli Nuryadin mengatakan ada beberapa program prioritas yang dicanangkan sesuai visi misi Pemkot Samarinda, diantaranya program HBS.
“Sekolah perlu memperhatikan hal yang dianggap sepele ini. Minimal 6 yang harus diperhatikan karena utama dalam keseharian, seperti lingkungan sekolah, toilet, kantin, ruang UKS, ruang kelas dan perpustakaan. Misalnya kantin, menu jajanan yang dijual harus diuji, bagaimana zat pewarnanya ataukah mengandung boraks atau tidak. Ini bisa bekerjasama dengan BPOM,” terang Asli.
Asli mengakui, tidaklah mudah untuk menyulap sekolah sehat, namun ditegaskannya setiap sekolah harus bisa mewujudkannya dan itu sebagai barometer keberhasilan kepala sekolah pula. “Saya sering lewat sini, 6 bulan sekolah ini sudah berubah drastis. Saya tidak minta berat-berat, intinya ada visualisasi tentang 6 hal tadi, apakah lingkungan sekolah, ruang kelas, kantinnya, ruang UKS, toilet dan perpustakaan. Tidak usah dibuat deskripsinya, lihatkan aja fotonya yang 6 bulan lalu dan yang sekarang,” tandasnya.
Terhadap hal yang tidak ada, lanjut Asli, seperti mushala, tidak perlu dipaksakan untuk membangunnya. “Gunakan dana bosda sesuai peruntukkannya. Selama dana bosda tidak mencukupi, tidak haram juga dana masyarakat. Hasil partisipasi bisa dipublis, minta izin dengan wali kota melalui Dinas Pendidikan. Sesuai pesan pak Wali, bagaimana sekolah itu nyaman,” pungkasnya.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.