Viral Kasir Indomaret Dilabrak Orangtua Pembeli, Netizen Malah Balik Membully

oleh -3.251 views
tangkapan layar saat kasir Indomaret dimarahi orangtua karena melayani anak kecil membeli game online.

BERITAKALTIM.CO- Video viral kasir dimarahi orangtua gara-gara membiarkan anak di bawah umur melakukan top up voucher game online senilai Rp800 ribu, ramai jadi perbincangan publik. Bahkan pihak Indomaret, tempat kasir itu bekerja, memberikan tanggapannya.

“Kami prinsipnya memberikan layanan dan menerima masukan pelanggan. Mungkin saja situasi dan kejadian di keluarga bapak membuat bapak tersebut datang ke toko memberikan masukan ke kami,” kata Wiwiek Yusuf, Marketing Director PT Indomarco Prismatama (Indomaret), Rabu (12/5/2021).

Kasus ini berawal dari viralnya video orang tua sedang memarahi kasir Indomaret karena anaknya dilayani saat top up voucher game online Rp 800 ribu. Mereka mempertanyakan kebijakan pelayanan Indomaret.

Video ini tersebar di medsos, seperti Twitter dan Facebook. Dalam video tersebut, terdengar suara seorang pria dan wanita yang sedang memarahi pegawai Indomaret.

Pria dalam video ini awalnya mempertanyakan kenapa kasir Indomaret mengizinkan seorang anak top up voucher game online seharga Rp800 ribu.

“Sekarang gini, perlindungan konsumen itu di mana? Tahu nggak kalian? Dewasa nggak kalian?” ujar pria tersebut.

“Ya kami menjalankan peraturan Indomaret, Pak,” jawab pegawai Indomaret.

Pria ini lantas mempertanyakan aturan tertulis Indomaret yang memperbolehkan anak di bawah umur membeli voucher game online seharga Rp 800 ribu. Dia meminta penjelasan.

“Ada tertulis peraturan Indomaret bahwasanya anak di bawah umur beli game online 800 ribu diperbolehkan? Ada peraturan tertulisnya? Bisa saya lihat?” cecar pria itu.

“Peraturan tertulis nggak ada. Tapi kan tugas kami melayani,” jawab kasir Indomaret dalam video tersebut.

Pria itu kembali mencecar sang pegawai Indomaret. “Ada nggak batasannya (usia anak beli voucher game online)?” tanya pria itu.

“Ya kami nggak ada batasannya,” jelas pegawai Indomaret.

“Oke nggak ada batasannya. Berarti ini beli game online Rp 800 ribu di Indomaret Simpang Mayang, Perdagangan II Sebrang. Hah. Anak di bawah umur,” ujar pria itu lagi.

Dalam video ini juga terdengar suara perempuan yang diduga ibu sang anak. Perempuan ini menyesalkan kasir Indomaret tidak mencegah anak tersebut top up voucher game online.

“Rp 800 ribu diterima beli game online. Mencuri pula anaknya. Aduh, Dek, Dek,” katanya.

Perempuan ini mengatakan seharusnya kasir Indomaret mempertanyakan dari mana si anak tersebut memperoleh Rp 800 ribu.

“Kan nggak wajar lho. Pasti mencuri,” kata perempuan tersebut.

Si pria dalam video ini lantas kembali mencecar si pegawai Indomaret. “Game online, anak di bawah umur, kelas VI SD, Rp 800 ribu, berarti tidak ada menjaga privasi konsumen hanya mencari keuntungan,” ujarnya.

“Kalian cari apa di sini, cari keuntungankah atau cari kerugian kalian berjualan di sini? Kan pertanyaan saya itu kan,” sambungnya. Sang kasir Indomaret tampak berusaha menahan diri meski dicecar

Sementara itu, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) ketika dikonfirmasi soal marah-marah orangtua pembeli game online menegaskan, kasir tersebut tidak salah.

“Sebetulnya tidak ada ketentuan yang dilanggar oleh pihak kasir minimarket tersebut,” kata Agus Suyatno, Sekretaris YLKI.

Indomaret dinyatakannya sebagai tempat untuk bertransaksi, bukan penyedia layanan game online. Ini sama saja posisinya dengan minimarket menyediakan layanan pembelian pulsa atau barang dan jasa jenis lainnya.

Maka yang perlu diatur adalah perilaku belanja si anak. Orang tua diimbaunya lebih bijak dalam mengontrol uang jajan anaknya.

“Dari mana anak tersebut mendapat uang sebanyak itu tanpa ada kontrol dari orang tuanya. Sebagai konsumen cerdas, tentu orang tua juga perlu bijak dalam mengalokasikan uang belanja untuk anak. Kontrol pertama dilakukan dari rumah/orang tua,” tutur Agus.

Selain itu, pihak minimarket ataupun pihak swasta lainnya perlu mengontrol pembelanjaan yang tidak wajar dari konsumen yang belum dewasa. Ke depan, perlu ada aturan yang bisa membuat pihak orang tua lebih aman tanpa dirugikan oleh perilaku belanja anaknya.

“Dengan kejadian ini, ke depan nampaknya perlu ada voluntary self regulation dari private sector dengan menerapkan standar jumlah dibelanjakan dan barang belanja terhadap anak di bawah umur,” kata dia.

Di media sosial, indomaret menjadi trending twitter. Namun netizen umumnya berbalik membuly orangtua si anak yang dianggap lalai. Netizen banyak geram terhadap ulah orangtua yang memarahi kasis Indomaret.

“Sejak kapan tanggungjawab mendidik anak diserahkan kepada kasir indomaret,” ujar salah seorang netizen.

Netizen lainnya menulis, maksud hati ingin mempermalukan kasir Indomaret melalui postingan di media sosial, malah jadinya mempermalukan diri sendiri. #

Wartawan: le