Viral Rombongan Moge Nembus Ring 1 Istana, Paspampres: Untung Gak Ditembak

oleh -448 views
Screenshot dari video para pengendara motor.

BERITAKALTIM.CO- Peristiwa ini terjadi minggu lalu (21/2/2021). Namun karena viral di media sosial dan mendapat tanggapan netizen, akhirnya banyak Wartawan berusaha mencari tahu kejadian sebenarnya.

Dalam video yang viral itu, terlihat dalam kamera para pengendara moge (motor gede) dengan suara kendaraan meraung-raung, lalu diunggah ke akun YouTube milik mereka. Salah satu yang mengunggah video kejadian tersebut adalah pemilik akun YouTube Sahdilah yang memiliki 269.000 subscribers.

Dalam satu moment, terlihat seorang pengendara motor gede ( moge) ditendang oleh anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) saat konvoi sunday morning ride (sunmori) di Jalan Veteran III, belakang Istana Kepresidenan, Jakarta.

Kejadian petugas Paspampres menendang ini rupanya yang ingin ditampilkan oleh para pengendara motor gede dalam videonya. Sebab petugas itu tak hanya menyetop rombongan moge, tapi juga menggenggam pistol ketika menendang salah satu motor pengendara.

Tapi, bukannya mendapat simpati warganet. Sebagian malah menganggap para anak muda pengendara moge ini tidak tahu aturan. Warganet ada yang kesal dengan kelakuan para pengendara moge, yang dianggap tidak tahu aturan.

Ketika Wartawan mengkonfirmasi insiden itu kepada Asisten Intelijen Paspampres Letkol Inf Wisnu Herlambang, perwira ini membenarkan ada insiden penindakan oleh Paspampres terhadap sejumlah pengendara moge itu.

Ia menyebutkan, sejumlah pengendara itu terpaksa harus dilumpuhkan oleh petugas Paspampres karena menerobos jalan yang tengah ditutup. Wisnu mengatakan, saat itu sejumlah petugas Paspampres tengah melaksanakan pengamanan instalasi di kantor Wakil Presiden.

Oleh karena itu, jalan Veteran III yang biasanya dibuka untuk umum saat itu ditutup untuk sementara. Petugas sudah memasang rambu pembatas jalan sebagai penanda jalanan tersebut ditutup.

Tapi pengendara tetap terobos ring 1. para pengendara moge melintas dengan kecepatan tinggi, plus raungan knalpot yang nyaring.

“Kalau dia nerobos itu sudah masuk bahaya tidak langsung maupun ancaman yang bersifat terbuka. Itu merupakan batas pelanggaran ring 1. Jadi bisa dilumpuhkan,” kata Wisnu.

“Anggota, sudah terlatih, dia waspada. Apapun ceritanya, kami lumpuhkan dulu,” imbuhnya.

“Masih manusiawi, sebenarnya bisa ditembak,” ujar Wisnu.

Ini Dasar Hukumnya. Tertuang dalam Buku Petunjuk Teknis Pam Instalasi VVIP yang disahkan oleh Keputusan Panglima TNI tahun 2018 dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 59 Tahun 2013 tentang Pam VVIP. #

Wartawan: le