Wali Kota Balikpapan Launching Kampung Pagar Mantep Sumber Rejo

oleh -4.518 views
Walikota Balikpapan Rizal Effendi didampingin Dandim 0905/Balikpapan dan perwakilan Kapolresta melakukan pembajakan tanah saat launching Kampung Pagar Mantep.

BERITAKALTIM.CO- Kelurahan Sumber Rejo, Balikpapan Tengah kembali membentuk kampung ketahanan pangan di lingkungan kawasan perkampungan yang berada di Jalan Tole RT 44.

Kawasan perkampungan masyarakat yang dijuluki Kampung Pangan Keluarga Mandiri Terpadu (Pagar Mantep) secara resmi dilaunching oleh Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi yang di dampingi jajaran staf kepala bagian pemerintahan bersama Dandim 0905/Balikpapan dan perwakilan Kapolresta Balikpapan, Minggu(19/10/2020).

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menjelaskan, program ini merupakan program Dinas Pangan Pertanian dan Peternakan (DP3)  sebagai bentuk peningkatan ketahanan pangan di lingkungan masyarakat yang berkaitan dengan proyek perubahan dari Dinas Pangan Pertanian dan Peternakan (DP3).

“Dan program ini memang ditingkatkan dari beberapa program mulai dari kampung tangguh dan hatinya PKK,” ucap Rizal Effendi seusai launching Kampung pagar mantep di Kelurahan Sumber Rejo Balikpapan Tengah.

Rizal menambahkan dengan adanya Kampung Pagar Mantep ini bisa mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong yang ada di lingkungan rumahnya untuk bercocok tanam, sehingga dapat membantu warga dalam memenuhi perekonomian warga di tengah pandemi covid-19, termasuk juga kemampuan rumah tangga.

“Nah ketika ada warga yang memiliki kebun di halaman rumah, maka kebutuhan pokok rumah bisa dipenuhi dan itu sangat membantu perekonomian masyarakat,” jelas Rizal.

Sementara itu Kepala DP3 Heria Prisni mengatakan, program ini bisa menjadi solusi yang tepat karena pertanian di perkotaan menjadi gaya hidup masyarakat perkotaan yang tak memerlukan lahan yang luas. Program itu untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat, semisal  tanaman non permanen yang bisa tumbuh di pekarangan seperti lombok dan tomat.

“Program Ini menjadi pilot project bagi RT atau kelurahan lainnya bahwa ada pekarangan yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian,” urainya.

Tempat terpisah Lurah Sumber Rejo Umar Adi  menambahkan, dirinya selalu aktif mengajak masyarakat untuk meningkatkan ketahanan pangan dengan memanfaatkan perkarangan rumah, sehingga hasil yang di dapat bisa digunakan untuk kebutuhan keluarga.

Lebih jauh ia menjelaskan, dalam jangka pendek area tersebut akan dibentuk sebagai area pendukung ketahanan pangan. Yang mana lokasi tersebut akan lebih mengembangkan tanaman kangkung, lombok, terong, tomat, pisang, pepaya maupun lainnya.

Sedangkan untuk jangka menengahnya menjadi sebuah kawasan yang memiliki kesadaran di setiap rumah dengan produk olahannya. Tetapi untuk jangka panjangnya akan dijadikan sebagai kawasan mandiri dan menjadi salah satu destinasi berbasis agrowisata.

“Namun untuk kawasan ini yang lebih diupayakan yakni destinasi panennya dan pelatihan olahannya,” ungkapnya. #

Wartawan: Thina