Warga Jalan Ery Suparjan yang Digusur tak Dapat Ganti Rugi

oleh -121 views
Kepala Sat Pol PP Kaltim, Gede Yusa saat melaksanakan pengamanan pembokaran rumah warga di jalan Ery Suparjan.

BERITAKALTIM.CO- Penggusuran rumah warga di Jalan Ery Suparjan, Samarinda Utara beberapa waktu lalu mendapat respon dari Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kalimantan Timur, Sa’aduddin.

Ia mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat memberikan biaya ganti rugi karena warga yang dibongkar rumahnya tidak memiliki bukti kepemilikan lahan.

“Yang kami tahu, kami tidak bisa memberilan ganti rugi karena tidak ada bukti kepemilikan lahan, sedangkan yang jelas kami punya sertifikat. Kami hanya bisa memberikan tali asih,” ujar Sa’aduddin saat dikonfirmasi. Senin (10/1/2022).

Secara tegas, Sa’aduddin mengatakan karena warga tidak memiliki surat-surat yang sah makanya hanya memberikan tali asih.

“Mereka tidak punya surat-surat yang legal, makanya hanya kami beri tali asih dan sudah disetujui aparat kelurahan setempat,” tegasnya.

Terkait warga yang menuntut janji salah satu staf biro perlengkapan yang bernama Amir, ia mengatakan tidak bisa dijadikan pegangan atau patokan kecuali ada surat tugas dan janji tersebut secara tertulis

” Amir itu siapa? Ya, kalau staf tidak bisa dijadikan pegangan kecuali ada surat tugas dan tertulis,” paparnya.

Secara terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, (Sat Pol PP) Kalimantan Timur, Gede Yusa saat ditemui di lokasi penggusuran mengatakan pihaknya sebagai organisasi perangkat daerah diminta untuk melaksanakan pengamanan aset daerah dan itu atas koordinasi dengan BPKAD Kaltim.

“Pemerintah Provinsi Kaltim memiliki sertifikat dan kita laksanakan tugas berdasarkan perintah,” bebernya. #

Wartawan: Heriman

No More Posts Available.

No more pages to load.