Warga Sangatta Utara Pertanyakan Regulasi Beasiswa Pemprov Kaltim

oleh -497 views
Suasana Reses Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Sutomo Jabir di Desa Sangatta Utara.

BERITAKALTIM.CO- Sebagian masyarakat yang bermukim di Desa Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur mempertanyakan regulasi penerimaan Beasiswa Kaltim Tuntas dengan harapan akan banyak lagi mahasiswa dan mahasiswi bisa mengakses serta mendapatkan beasiswa tersebut.

Hal itu diketahui saat anggota Komisi II DPRD Kaltim, Sutomo Jabir melakukan kegiatan menyerap aspirasi masyarakat (Reses) di Desa Sangata Utara kecamatan Sangata Utara Kabupaten Kutim.

Namun ada juga hal lain. Seperti diuraikan Heri Prasetyo yang mengatakan banyak guru dari sekolah mereka mencari kerjaan lain. Hal itu terjadi karena kesejahteraan mereka masih jauh dari angan-angan yang justru berakibat tenaga pendidik kurang fokus dalam mengajar serta mendidik murid.

“Kesejahteraan guru dari sekolah swasta kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah, banyak guru swasta yang lari ke perusahaan untuk kerja sampingan. Sudah ada sekolah namun mengalami kekurangan guru, contoh di SMK Hasanuddin dan SMK Muhammadyah,” urainya. Minggu (21/2/2021).

Sementara warga yang bernama Yaqub Fadila mengusulkan agar siswa maupun pekerja yang mempunyai kemampuan tertentu agar diberikan lisensi supaya dapat bersaing dengan pekerja yang berasal dari luar baik daerah maupun luar negeri.

“Kualitas dan legalitas, banyaknya pekerja yang tidak memiliki lisensi sementara pekerja dari negara lain ada. Kalau bisa siswa maupun pekerja diberikan legalitas atau lisensi agar dapat bersaing dengan tenaga dari luar,” harap Yaqub.

Menanggapi hal tersebut, Sutomo Jabir mengatakan akan terus berkoordinasi baik dengan pemerintah kabupaten maupun provinsi agar masyarakat bisa mengakses dan mendapkan beasiswa Kaltim Tuntas serta kesejahteraan tenaga pendidik bisa terakomodir.

“Segera kita koordinasikan baik ditingkat kabupaten maupun provinsi sehingga apa yang menjadi usulan warga bisa segera terealisasi, khusus kesejahteraan tenaga pendidik ini yang harus diprioritaskan agar bisa fokus mengajar dan mendidik generasi penerus bangsa,” ucap Sutomo Jabir.

Sementara untuk usulan perbaikan jalan baik yang disemenisasi maupun yang perlu perbaikan sementara akan dilihat nomenklaturnya sehingga harapan dari masyarakat bisa segera dilaksanakan.

“Kalau bisa dicover pakai APBD provinsi maka akan segera saya perjuangkan di Paripurna nanti dan ini akan menjadi cacatan yang akan segara dibawa ke Paripurna,” tegas Sutomo Jabir. #

Wartawan: Heriman