Yahya Waloni Dibekuk Polisi

oleh -199 views
Yahya Waloni.

BERITAKALTIM.CO- Setelah mengamankan M Kece karena kasus penistaan agama, Tim Bareskrim Polri dikabarkan menangkap Yahya Waloni di kawasan Cibubur Jakarta. Dirsiber Bareskrim Polri Brigjen Asep Edi Suheri membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi wartawan.

Berita dirilis dari detikcom, Kamis (26/8/2021) memberitakan, Yahya Waloni ditangkap oleh Tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Namun, bagaimana proses penangkapan dan kelanjutannya, polisi belum memberikan keterangan resmi.

Saat dijemput petugas kepolisian Yahya Waloni mengenakan kemeja batik dan berpeci. Dia mengkuti arahan dari petugas kepolisian hingga naik ke mobil untuk membawanya ke kantor polisi.

Yahya Waloni sebelumnya dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme soal dugaan penistaan agama terhadap Injil. Yahya Waloni dinilai menista agama dalam ceramah yang menyebut Bible itu palsu.

Pelaporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/B/0287/IV/2021/BARESKRIM. Yahya Waloni dilaporkan dengan dugaan kebencian atau permusuhan individu dan/atau antargolongan (SARA).

Dalam kasus ini, Yahya dilaporkan bersama pemilik akun YouTube Tri Datu. Dalam video ceramah itu, Yahya Waloni menyampaikan bahwa Bible tak hanya fiktif, tapi juga palsu.

Di dalam LP tersebut, mereka disangkakan dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 45 A juncto Pasal 28 Ayat (2) dan/atau Pasal 156a KUHP.

Jauh sebelumnya Sekjen PKB Abdul Kadir Karding melaporkan Yahya Waloni ke Bareskrim Polri. Pelaporan ini dibuat setelah Karding menonton video ceramah Yahya di YouTube.

Karding menilai pernyataan Yahya dalam ceramahnya mengandung unsur permusuhan dan kebencian. Hal yang dimaksud Karding ialah serangan Yahya terhadap sejumlah nama, seperti Ketua Umum MUI sekaligus cawapres KH Ma’ruf Amin, mantan Gubernur NTB TGH Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB), dan presiden ke-5 RI sekaligus Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Ibu Megawati itu mantan presiden kita, ketua umum partai, tidak sepatutnya diserang dengan nada nyinyir atau menghina seperti nenek-nenek, biang kerok, dan sebagainya. Begitu pula untuk Kiai Ma’ruf, pernyataan-pernyataan sudah uzur, sudah tua, sudah mau mati, tapi masih ambisi jadi wakil presiden, dan menjawab ‘siap’, misalnya kan. Termasuk kepada Pak TGB, yang menyatakan bahwa kata Tuan Guru ‘Bajang’ diganti menjadi ‘bajingan’,” ujar Karding.

Namun laporan Karding pada 21 September 2018 tersebut kandas, tidak berlanjut ke penangkapan Yahya Waloni. Bahkan Yahya terus ‘bebas’ bermanuver dengan ceramah-ceramah yang menghina agama.

Ulah Yahya Waloni ini membuat geram sejumlah netizen, sehingga terus menerus mendesak Polri untuk membekuknya.

Wartawan: le

No More Posts Available.

No more pages to load.