YouTube Musisi Anji Sebar Klaim Temukan Vaksin Virus Korona, IDI Membantah

oleh -737 views
Wawancara musisi Anji dengan Hadi yang disebut telah menemukan obat antibodi virus Korona.

BERITAKALTIM.CO- Jagad maya diramaikan pernyataan Hadi Pranoto yang ditayangkan dalam video channel YouTube musisi Anji. Hadi yang disebut Anji seorang profesir ahli mikrobiologi mengklaim dirinya telah menemukan antibodi COVID-19 sebagai ‘obat’ yang bisa menyembuhkan dan mencegah COVID-19.

Tidak cukup sampai di situ, Hadi juga mengatakan swab test untuk virus Korona bisa seharga Rp 10-20 ribu. Dalam video itu, Anji juga menyapa Hadi Pranoto sebagai ‘dokter’.

Atas pernyataan itu, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) bereaksi. IDI menegaskan klaim penemuan ‘obat COVID-19’ adalah sebuah kebohongan. IDI menilai pernyataan itu bisa dikategorikan tindak pidana.

“Kan artinya itu pembohongan kepada masyarakat, dan itu bisa dipidana ya. Si artis Anji itu harus bisa membuka dia kerja di mana, profesornya di mana, kan nggak jelas,” kata Wakil Ketua Umum PB IDI, dr. Slamet Budiarto, Minggu (2/8/2020).

Slamet mengatakan pihaknya telah mengecek dan nama Hadi Pranoto tidak ada dalam database IDI. Ia pun meminta pihak kepolisian turun tangan.

“Dicari nggak ada, dan penegak hukum harus turun tangan. (Pernyataannya) membahayakan masyarakat. Misalnya dia rapid test ngomongnya cuma Rp 10 ribu, swab test cuma 10 ribu, saya nggak tahu apakah itu hanya prank atau… tapi kan nggak boleh. Itu polisi harus turun tangan untuk mengecek itu,” ujarnya.

Slamet meminta Anji bertanggung jawab dan menjelaskan soal Hadi Pranoto yang diklaim menemukan ‘obat COVID-19’ itu. Ia khawatir kebohongan yang disampaikan Hadi Pranoto menyebar luas di masyarakat.

“Ya namanya pembohongan, kan penipuan masyarakat. Dan itu sangat berbahaya sekali. Kalau menyebar luas begitu gimana? Termasuk Anji-nya juga harus mempertanggungjawabkan, declare aja dia profesor dari mana, keahliannya apa, gitu lho,” tutur Slamet.

“Saya kira penegak hukum harus turun, karena berbahaya,” tegasnya.

Sampai saat ini belum ada satu pun obat atau ramuan yang dinyatakan secara resmi sebagai obat definitif terhadap virus Korona. Sejumlah negara tengah melakukan riset terhadap vaksin anti COVID-19 ini. Salah satu vaksin Korona sendiri sedang diuji klinis di Indonesia. #l