BeritaKaltim.Co

Rita Mendukung Kutai Pesisir

ritaaaaaSAMARINDA, BERITAKALTIM.com- Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari menyatakan dukungannya Kabupaten Kutai Pesisir terbentuk. Asalkan tujuannya untuk menyejahterakan rakyat, dirinya menurutnya, akan sangat mendukungnya. Hanya saja yang dipertanyakannya, DPRD Kukar sudah mencabut secara resmi dukungan pemekaran Kukar di wilayah pesisir tersebut.

“Kalau saya sedari awal mendukung Kutai Pesisir. Bahkan tidak hanya Kutai Pesisir, jikapun Kukar ini akan dimekarkan lagi dan selama itu tujuan utamanya menyejahterakan rakyat, saya akan terus mendukungnya. Cuma itu yang saya katakan, kan DPRD-nya sudah mencabut dukungan atas Kutai Pesisir. Lah bagaimana saya mau mendukungnya kalau wakil rakyatnya sudah membatalkan dukungan dimaksudkan,” kata Rita, Sabtu (27/6/2015) kemarin.

Dikatakannya, untuk pemekaran wilayah harus ada prosedurnya, yang salah satunya persetujuan DPRD itu. “Nanti setelah DPRD-nya setuju, nah itu baru Bupatinya,” terangnya.

Sementara mantan anggota DPRD Kukar Baharuddin Demmu menilai, memang sejak dulu Bupati Kukar menyatakan dukungannya atas Kutai Pesisir, namun dukungan itu selalu hanya sebatas ungkapan, ketika dimintakan hitam di atas putih, tak pernah Bupati merealisasikannya.

“Kami ini sudah berulang-ulang kali minta hitam di atas putih itu, tapi tak kunjung ada. Jadi kalau dukungan lisan, ya itu sudah biasa. Yang persoalan ini kan persetujuan tertulisnya. Nah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) butuhnya tertulis itu, bukan hanya lisannya saja. Seandainya ada, sudah dari dulu Kutai Pesisir itu terbentuk,” ujarnya.

Informasi berkembang, permintaan Kutai Pesisir ini memang sejak Bupati Syaukani HR atau akrab dipanggil Kaning memimpin. Kaning yang adalah Bapak dari Rita juga tidak menyetujui Pesisir itu terbentuk. Disebut-sebut, alasan Kaning Kukar akan kehilangan banyak asetnya ketika Pesisir terbentuk, karena lima kecamatannya adalah lumbung energi atau pendapatan Kukar selama ini. Ketidaksetujuan Kaning menginspirasi sang anak juga ikut tak menyetujuinya hingga saat ini. #zay

Comments are closed.