Lahirnya Ikon Kebaya Indonesia
Dalam situasi ekonomi yang serba sulit Anne tetap mempertahankan butiknya. Ia berpikir butik itulah yang bisa menjadi keran penghasilan utama untuk menghidupi keluarganya. Dan ketika masih bergulat dengan kenyataan pahit yang berhasil ia lewati, inspirasi untuk masa depan datang dengan begitu jernih.
Anne harus memberanikan diri mengakhiri bisnis gaun malam yang selama ini digeluti. Ia memutuskan beralih pada busana kebaya. Baginya kebaya adalah simbol dari kelembutan dan ketangguhan perempuan. Peralihan itu jelas membawa suatu perubahan besar. Koleksi busana malam di butik, modiste, dan para klien yang Anne miliki bagaimana pun merupakan aset yang besar. Namun, keyakinan dan ketetapan hati merapuhkan keraguannya untuk terus melangkah.
Kemudian ia mulai belajar keras tentang ragam kebaya nasional, bagaimana membuat sketsa desain dasar kebaya, serta berlatih mencipta karya yang lebih atraktif tanpa harus meninggalkan jiwa murni kebaya. Sedikit demi sedikit koleksi gaun malam di butiknya berkurang. Niat dan jiwanya ia curahkan sepenuhnya pada keliaran kreativitas dalam karya kebaya yang benar-benar mempunyai roh.
”Tiap lekukan yang ada pada siluet kebaya saya pahami sebagai lahan eksperimen bagi imajinasi saya yang diperkuat oleh impian,” demikian Anne berujar mengenai pengalaman awalnya berkenalan dengan kebaya. Kreativitas merancang busana yang telah ia asah sejak remaja mulai menunjukkan buahnya. Banyak orang terkesan dengan karya kebaya buah tangan Anne yang mempunyai kekhasan dan dapat membentuk image tersendiri.
Lahirlah kebaya ala Anne Avantie. Rupa-rupanya animo masyarakat terhadap kebaya itu cukup tinggi. Keliaran ide dalam mencipta karya kebaya yang atraktif dan unik membuat banyak pihak semakin tertarik. Butik yang selama ini sangat bernuansa Eropa dengan etalase gaun malamnya, Anne poles sehingga lebih kental dengan napas etnik. Mannequin etalase ia hiasi dengan koleksi kebaya terbaiknya. Pengunjung butik pun banyak yang memperlihatkan ketertarikan yang besar. Tidak sekedar tertarik, mereka berani memutuskan untuk membeli meski harganya tidak bisa dibilang murah.
Brand “Kebaya Anne Avantie” perlahan terbangun. Anne juga semakin giat mengikuti show dan pameran busana di Solo, Jogja, dan Semarang. Melihat prospek usaha yang menggembirakan itu, oleh teman-teman dekatnya ia didorong untuk mengepakkan sayap ke Jakarta. Sebelum menggapai impian itu, ia mendisiplinkan diri untuk berbenah. Hasilnya, show busana kebaya Anne Avantie berhasil tergelar di sebuah hotel di Semarang dengan bintang tamu Maudy Kusnaedy.
Pada tahun 2001 publik semakin mengakui eksistensi Anne Avantie sebagai seorang ‘desainer’. Rancangan kebaya asimetris yang dikenakan Alya Rohali dalam sebuah acara show menjadi tren di kalangan pecinta mode. Kebaya asimetris dengan bentuk leher berbeda kanan kirinya itu ternyata semakin digandrungi banyak orang.
Fase demi fase Anne jalani dengan ketekunan dan kemantapan hati. Rancangan busana kebaya membawanya pada bentangan kreativitas dan peluang. Kalau pada awalnya ia hanya sebagai peserta dalam ajang lomba rancangan busana, kini Anne mulai dipercaya menjadi juri.
Kematangan karakter dan kemampuan bisnis yang telah tertempa mengobarkan keberanian Anne untuk memperluas jaringan ke Jakarta. Kesempatan menjemput impian. Pada 2002 nama Anne Avantie berkibar di kalangan publik nasional. Waktu itu ia mensponsori acara ‘Kencan Irex’ yang dipandu oleh Dorce Gamalama.
Sorotan kamera jeli menggambarkan detail karya kebaya Anne. Terlihat mengagumkan. Dunia Entertainment dan media massa kait-mengkait secara alami membawa Anne pada deretan desainer yang diakui di kancah fesyen Indonesia. Acara demi acara semakin banyak mempertunjukkan wardrobe rancangannya. Para pejabat negara, kalangan artis, serta pecinta mode pun berani mengakui keindahan kebaya ala Anne Avantie.
Ketika Indonesia mengikutsertakan Artika Sari Devi dalam ajang pemilihan Miss Universe, Anne Avantie jugalah yang dipercaya sebagai perancang kebayanya. Pada tahun yang sama, Anne juga mengukir prestasi lain. Ia mendapat gelar Perancang Favorit pembaca Majalah DEWI dan anugerah Kartini Award dari Ibu Negara, Ibu Ani Yudhoyono.
Demikianlah karier perancangan busana seorang Anne Avantie terajut oleh air mata, keraguan, senyum, dan harapan. Namun, dari hari ke hari ia semakin terbentuk sebagai pribadi yang luar biasa. Pantaslah apabila predikat ’Ikon Kebaya Indonesia’ disandang olehnya. Ia tidak sekedar mengungkapkan kisahnya dari sisi siluet, payet atau pun brokat, tetapi benar-benar menghadirkan itu dalam ziarah perenungan yang penuh makna. Akhirnya, terciptalah ’Kebaya Anne Avantie’ yang benar-benar lahir dari kemurnian rasa dalam mencipta sebuah karya.
Comments are closed.