BeritaKaltim.Co

25 TKI Tersandung Kasus Narkoba Dipulangkan Melalui Pelabuhan Nunukan

NUNUKAN, BERITAKALTIM.COM – Pemerintah Malaysia kembali mendeportasi buruh migran illegal Indonesia tanpa dokumen melalui pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan. Senin malam kemarin (25/04/2016) Pemerintah Malaysia kembali mendeportasi 73 buruh migran illegal melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. 25 buruh migran dari 73 deportan dilaporkan buruh migran yang tersandung kasus narkoba.
Sementara 44 buruh migran merupakan pendatang illegal karena tidak memiliki dokumen dan 4 buruh migran lainnya tersandung kasus kriminal. Selain menjalani hukuman cambuk, para buruh migran tersebut juga telah menjalani hukuman penjara selama 3 hingga 6 bulan sebelum dipulangkan ke Indonesia. Puluhan buruh migran sandar di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan sekitar pukul 19:30 Wita dengan menumpang KM Purnama Expres.

Salah satu buruh migran deportan yang tersandung kasus narkoba Saharudin (23) yang berasal dari Pinrang ini mengaku selain menerima hukuman 6 bulan penjara dia juga menerima hukuman cambuk. Saharudin mengaku tertangkap membawa sabu-sabu titipan temannya saat hendak berangkat bekerja sebagai pembalak liar di daerah Semporna Malaysia. Selain itu, Saharudin mengaku memasuki Malaysia secara illegal dengan tanpa dokumen 6 tahun lalu.
”Saya bekerja di Semporna sudah 6 tahun sebagai pembalak liar. Saya masuk tidak pakai passport. Saya kena tes urine (sabu-sabu), tapi Saya bukan pemakai, Saya disuruh bawa saja oleh teman. Tertangkap saat berangkat kerja,” ujarnya, Senin (25/04/2016).

Kepala BP3TKI Nunukan Edy Sujarwo mengatakan, belum ada upaya rehabilitasi para buruh migran yang tersandung kasus narkoba yang dipulangkan melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Dan tak ada perlakuan khusus terhadap buruh migran deportan yang tersandung kasus narkoba meskipun mereka seharusnya mendapatkan upaya rehabilitasi.
Dia mengatakan telah membicarakan upaya rehabilitasi dengan pihak BNK Kabupaten Nunukan maupun aparat kepolisian, namun hingga kini belum ada penanganan khusus terhadap buruh migran yang tersandung kasus narkoba. Hingga akhir bulan April BP3TKI mencatat lebih dari 100 buruh migran merupakan deportan yang tersandung kasus narkoba.
“Data terakhir lebih dari 1000 TKI yang dideportasi. Jumlah TKI yang kena kes urine atau kasus narkoba lebih dari 10 persen,” ujar Edy Sujarwo. #dhim

Comments are closed.