SAMARINDA, BERITAKALTIM.com- Juni mendatang, DPRD Kaltim akan konsentrasi mengevaluasi sejumlah perusahaan daerah (perusda) milik Pemprov Kaltim. Baik dari segi kinerja, organisasi dan tata laksananya. Perusda yang dianggap tidak memberi kontribusi atau tidak produktif akan direvitalisasi.
Hal ini disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Edy Kurniawan. Menurut Edy Komisi II akan merombak sejumlah aturan, termasuk perumusan blue print BUMD yang ada di Kaltim. “Komisi II sudah mengajukan ke Biro Ekonomi untuk membuat naskah akademik untuk blue print perusda,” terangnya.
Indikator perusda yang masih bisa dipertahankan atau tidak, kata Edy terlihat dari hasil laporan perusda itu sendiri. “Seperti berapa modal yang disetor, berapa lama pengembaliannnya, terus menghasilkan apa? Itu adalah salah satu indikator penilaian,” beber politikus PDI Perjuangan ini.
Tak kalah penting menurutnya, adalah rencana bisnis yang bakal dikembangkan. Akan ada pengawasan baik dari rencana kerja program maupun hasil dari rapat umum pemegang saham (RUPS) sebuah perusahaan. “Misalnya, perusda A perlu investasi Rp 10 miliar. Kita akan lihat dulu rencana bisnisnya seperti apa sebelum kita support. Nah di situlah kita menentukan indikatornya,” ujar Edy.
Evaluasi perusda dilakukan demi meningkatkan pendapat asli daerah Kaltim. Sehingga melalui Komisi II DPRD Kaltim, pendataan dan evaluasi terhadap perusda bertujuan untuk mengetahui aset yang memiliki potensi untuk menambah nilai ekonomis Kaltim.
“Bagi perusda yang jalan di tempat, tidak ada upaya melakukan perubahan dalam pengembangan dan kemajuan secara signifikan terhadap kemajuan daerah tentu akan jadi perhatian serius,” kata Edy.
Adapun bagi perusda yang mampu mengembangkan daerah, diharapkan terus bekerja keras merencanakan program kegiatan kerja mendatang, sehingga proses ekonomi dapat berjalan secara optimal.
“Ini bukan sebuah ancaman, tapi demi kemajuan ekonomi Kaltim. Karena itu menghadapi perusda yang tidak produktif maka rekomendasi kami segera dihapus saja,” tegas Edy. #adv/akb/oke
Comments are closed.