Tanjung Redeb, BERITAKALTIM.COM – Defisit anggaran yang dialami Kabupaten Berau lebih kurang sekitar Rp 70 miliyar diangap Bupati Berau, H Muharram SPd musibah besar. Sebab, ini kali pertamanya terjadi dalam sepanjang sejarah bangsa Indonesia. Kendati demikian, Bupati Muharram harapkan Kabupaten Berau tak bergantung pada anggaran pendapatan belanja negara (APBN), namun harus bisa mengoptimalkan potensi sumber daya alam (SDA) yanga ada.“ Ini menjadi catatan sejarah buat kita semua, baru kali ini defisit anggaran terjadi, sejak berdirinya negara Indonesia, yang berimbas hingga Kabupaten Berau, termasuk Kabupaten Berau dan Kota lainnya di seluruh Indoesia,” ungkap Bupati Muharram, kamis (15/92016) kemarin, pada saat menjadi inspektur upacara hari jadi Kota Tanjung Redeb 206 dan Kabupaten Berau ke 63 di Lapangan Pemuda , Tanjung Redeb.
Ditambahkan Bupati, terkait deficit anggaran tersebut tidaklah berlebihan jika dikatakan musibah. Betapa tidak ? dari sebelumnya anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Berau yang semula sekitar Rp 2,1 triliun, tahun depan akan menjadi Rp 1,2 triliun, karena difisit anggaran sebesar Rp 700 miliyar.
“ Karena itu, jangan heran jika suatu saat nanti PNS tidak terima gaji, kalau kita selalu bergantung dari APBD, dan kalau kita tidak pintar – pintar mengelola sumber daya alam yang kita miliki” ujarnya
Namun demikian, Bupati Muharram tetap optimis bahwa dalam kepemimpinannya tetap akan membawa suatu perubahan yang lebih baik, sebagai mana fisi misinya membangun Kabupaten Berau dalam kepeminpinannya.
Untuk itu Bupati Muharram mengintruksikan kepada masing – masing satu perangkat kerja daerah (SKPD) untuk menggali dan mengelola semua potensi atau sumber daya alam yang ada, agar pembangunan di Kabupaten Berau tetap berjalan.
Sebab, sambung mantan anggota DPRD provinsi ini, APBD Berau pernah hanya Rp 75 miliyar, namun pembangunan di daerah ini tetap berjalan sebagai mana mestinya. Oleh sebab itu, lanjutnya, Bupati berharap kepada masing – masing SKPD tetap optimis menghadapi persoalan ini.
“ Karenanya, kami minta kepada seluruh masing – masing SKPD membuat suatu program yang tepat sararan, yang langsung bisa dirasakan oleh masyarakat. Karena, sesungguhnya pembangunan di Kabupaten Berau untuk masyarakat, bukan untuk kelompok atau golongan,” pungkasnya. #MAR

Comments are closed.