BeritaKaltim.Co

Bantuan Masjid Warga Sidrap Dibahas DPRD Bontang

BONTANG, BERITAKALTIM.co – Rapat dengar pendapat Komisi I DPRD Bontang berlangsung di lantai 2 Gedung DPR, Senin ( 05/06/17), membahas masalah permohonan dana CSR (Corporate Social Responsibilty) untuk tempat ibadah yang ada di Dusun Sidrap yang kini status administrasinya berada di Kabupaten Kutai Timur, namun sebagian besar warganya masih ber KTP Bontang.

Dalam rapat Komisi I tersebut, selain menghadirkan tokoh agama dan tokoh masyarakat Dusun Sidrap, juga mengundang langsung beberapa perusahaan yang beroperasi di areal Sidrap, seperti PKT (Pupuk Kaltim), KNE, KMI, KDM serta KPI.

Para tokoh agama ini mengeluhkan salah satu tempat ibadah warga, yaitu Masjid Al- Ikhlas yang ada di Sidrap tidak layak lagi digunakan, lantaran 10 tahun terakhir tidak medapatkan bantuan dana CSR dari perusahaan.

Edi Setiawan, selaku Ketua RT 24 sekaligus Ketua Takmir Masjid, meminta kepada pihak perusahaan untuk tetap memperhatikan kesejahteraan serta pembangunan di wilayah Sidrap melalui CSR perusahaan.

“Sekiranya bukan hanya daerah Loktuan dan Guntung saja yang diperhatikan, kami warga Sidrap juga wajib disejahterakan karena Sidrap berada sangat dekat dengan kawasan industri Pupuk Kaltim. Sungguh ironis bahwa Sidrap yang notabene sangat dekat dengan perusahaan namun untuk bantuan perbaikan rumah ibadah, tidak diberikan,” tutur Edi.

Syamsuddin selaku perwakilan dari PT Pupuk Kaltim menegaskan bahwa, perusahaan PKT pada prinsipnya akan mengakomodir setiap permohonan bantuan tampa melihat letak daerahnya, tetapi harus melalui mekanisme yang ada.

“Permohonan dana itu harus menggunakan proposal dan harus terdaftar di bagian CSR guna penyalurannya tepat sasaran,” tutur Syamsuddin..

Dia pun menambahkan, bukan hanya di lingkungan perusaahan yang mendapat bantuan, PKT juga memberikan bantuan kepada warga dari kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara namun harus didahukui dengan mekanisme yang tepat yaitu dengan proposal.

Selain perusahaan PKT, mitra perusahaan PKT diantaranya KPI, KDM, KNE dan KMI juga mengakui siap membantu dengan melalui tahap dan mekanisme yang sudah ditentukan.

Ketua Komisi I, Agus Haris, mengungkapkan bahwa, Sidrap sebenarnya berada di kawasan Kabupaten Kutai Timur tetapi warganya semua ber KTP Bontang.

Meskipun Sidrap bukan wilayah Bontang, namun Sidrap sangat dekat dari kawasan perusahaan. sehingga apapun itu, perusahaan wajib memberikan dana CSR-nya agar daerah sekitarnya juga bisa merasakan kepedulian dari perusahaan.

Saya berharap agar bantuan untuk fasilitas Masjid Al- Iklas yang ada di Sidrap bisa terealiasi sebelum lebaran,” harap Agus Haris.#Aw/ Adv

Comments are closed.