BeritaKaltim.Co

Kadis Pariwisata Kaltim Apresiasi Dana Desa Disisihkan untuk Pariwisata

SAMARINDA, BERITAKALTIM.CO- Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Syafruddin Pernyata mengapresiasi sejumlah aparat pemerintahan desa di Kaltim yang menyisihkan dana desa untuk pengembangan pariwisata di desanya masing-masing.

“Saya sudah melihat sejumlah desa menggunakan dana desa untuk pengembangan pariwisata berkaloborasi dengan kelompok kerja sadar wisata (darwis) di Mahulu, Kukar, dan Kutim. Itu positif,” kata Syafruddin.

Desa-desa yang sudah memanfaatkan dana desa untuk pengembangan pariwisata antara lain di Desa Batu Majang, Kecamatan Long Bagun (Mahulu), Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun (Kukar), Desa Kabo Jaya di Kutim, di Kutai Lama, Anggana (Kukar).

“Itu yang pernah kami lihat langsung, bisa jadi di desa lain juga ada,” katanya.

Penggunaan dana desa oleh pemerintahan desa tersebut, ada untuk pembangunan prasarana wisata, infrastruktur berupa jalan untuk sepeda motor ke obyek wisata air terjun di Kedang Ipil, dan penataan obyek wisata, sehingga memberi nilai tambah berupa kelancaran masyarakat desa memanfaatkan potensi ekonomi wisata.

Menurut Syafruddin, Desa Kedang Ipil yang sudah “memproklamasikan” sebagai desa wisata, sudah sangat tepat pemerintah desanya menggunakan dana desa sesuai keinginan masyarakatnya. Untuk ke lokasi air terjun Putang, jalannya sudah diperbaiki desa dengan dana desa. “Tukang ojek yang ekonominya terkait dengan pariwisata di Kedang Ipil sampai 150 orang,” ungkapnya.

Kolaborasi pemerintah desa dengan pokja-pokja sadar wisata mengembangkan wisata dengan bantuan dana desa sudah tepat, dan diharapkan terus meluas ke desa-desa lainnya. “Kita tidak mengarahkan, tapi kesadaran pemerintah desa dan masyarakat yang mesugesti potensi wisata dikembangan secara mandiri,” kata Syafruddin.

Tanda-tanda masyarakat semakin cerdas memanfaatkan potensi wisata untuk mendapatkan keuntungan ekonomi juga terlihat di Kabupaten Berau, di Derawan. Masyarakat sudah profesional mengelola home stay, bahkan dalam penilaian tingkat nasional berada di jajaran terbaik.

“Jadi tidak ada yang tidak bisa dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi masyarakat, termasuk sektor pariwisata,” ujarnya.#into

Versi cetak artikel ini terbit di SKH Kalpost, edisi 18 Nopember 2017.

Comments are closed.