BeritaKaltim.Co

Sapi Indukan Wajib Bunting !

TANJUNG REDEB BERITAKALTIM.CO Pemerintah pusat terus mendorong meningkatkan populasi sapi secara signifikan untuk memenuhi kebutuhan daging dalam negeri dan swasembada daging. Berbagai upaya dilakukan salah satunya melalui program nasional, yakni Upaya Khusus Sapi/Kerbau Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab).
“Saya berpikir kalau populasi meningkat, daging pasti mudah. Itu saja. Populasi ini dorong dulu secepatnya dengan berbagai cara, termasuk di Kabupaten Berau, berbagai upaya sudah kami lakukan, termasuk Upsus Siwab,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Berau, Ir Suparno Kasim. Jum’at (9/2).

Upaya Upsus Siwab ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir ini, dan inilah salah satu usaha Dispernak untuk mengembangkan populasi yanga ada. Untuk itu, sambung Suparno, Pihaknya pun terus berusaha menggenjot populasi sapi di Berau secara signifikan, untuk memenuhi kebutuhan daging di Kabupaten Berau.

“Untuk saat ini memenuhi daging sehari – hari masih bisa teratasi. Namun untuk kebutuhan sapi di hari raya Idul Adha harus kita akui, bahwa sebagian didatangkan dari luar ,” paparnya.
Selain melalui Upsus Siwab, kata Suparno, upaya meningkatkan populasi juga dilakukan dengan cara – cara lain, diantara kawin secara natural atau secara alami, termasuk kawin suntik, untuk mempercepat pertumbuhan populasi sapi di Berau.

“Itu kita lakukan berbagai cara proses pengem,bangan populasi sapi ini. Mudah-mudahan tercapai, ketika ini kita lakukan dengan disiplin saya yakin itu akan tercapai,” tandasnya.
Pertanian menganggap penting perlunya membangun kedaulatan pangan dalam rangka menjaga kedaulatan bangsa. Suparno menegaskan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar warga negara yang harus dijamin ketersediaannya oleh pemerintah.

Menurutnya, kedaulatan pangan menjadi semakin relevan disaat Indonesia telah memasuki era perdagangan bebas, termasuk Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dimana arus perdagangan barang dan jasa antar sesama negara se-kawasan Asia Tenggara akan semakin bebas untuk keluar masuk. “Kondisi ini membuat kita harus bisa meningkatkan daya saing melalui sistem produksi dan distribusi yang efisien, termasuk di dalamnya sistem produksi dan distribusi sektor peternakan”, katanya.

Karena itu pemerintah dalam mempercepat peningkatan populasi sapi potong, pemerintah melakukan meluncurkan program Upsus Siwab pada tahun 2017 lalu, dengan target 4 juta ekor akseptor dan 3 juta ekor sapi bunting. “Sesuai dengan Permentan Nomor 48 Tahun 2016, perbaikan sistem manajemen reproduksi pada Upsus Siwab dilakukan melalui pemeriksaan status reproduksi dan gangguan reproduksi, pelayanan dan kawin alam. Termasuk pengendalian betina produktif dan pemenuhan hijauan pakan ternak, serta konsentrat,” Urainya .

Upaya lain yang dilakukan pemerintah dalam rangka percepatan peningkatan populasi sapi adalah melalui implementasi Peraturan Menteri Pertanian Nomor 49 Tahun 2016 tentang pemasukan ternak ruminansia besar ke dalam wilayah negara Republik Indonesia. Pungkasnya. MAR

Comments are closed.