BeritaKaltim.Co

Buronan Samarinda, Terpidana Sabu 14 Tahun Terciduk di Tabalong

SAMARINDA, beritakaltim.co- Arbani (35) warga jalan Mangkujenang Kecamatan Palaran Samarinda, Kalimantan Timur, akhirnya berhasil ditangkap setelah 4 bulan menjadi buronan (DPO) Kejati Kaltim dan Kejari Samarinda.

Arbani yang dituntut JPU 14 tahun penjara atas kepemilikan sabu seberat 69 gram kemudian divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Samarinda 14 tahun penjara.

Dia dinyatakan terbukti bersalah dan dijerat dengan pasal 112 ayat (2) Undang-undang Narkotika Nomor 35 tahun 2009.

Usai menjalani sidang putusan pada 23 Oktober 2017 lalu, Arbani mendadak kabur ketika hendak dimasukkan petugas Kejaksaan di rumah tahanan (rutan) Kelas II A, Jalan Wahid Hasyim Sempaja. Disana rencananya terpidana Arbani akan menjalani hukumannya.

Terpidana Arbani memanfaatkan kelengahan petugas pengawal tahanan yang mengantarnya malam itu, kebetulan dia adalah tahanan terakhir yang dibawa petugas sebagaimana pengakuannya kepada wartawan pada acara Pers Rilis di ruang Pidum Kejari Samarinda, Senin (5/3/18) malam.

“Saya tidak ada rencana mau kabur. Tapi karena melihat petugas lengah dan kebetulan malam itu saya tahanan terakhir, saya kabur saja,” terang Arbani dengan entengnya.

Berhasilnya terpidana Arbani ditangkap kembali, ini berkat kerjasama Kejaksaan dengan Polda Kaltim, Polresta Samarinda dan Kepolisian Tabalong Kalimantan Selatan,” ujar Retno Kajari Samarinda.

Dijelaskan Retno melalui Kasipidum Zainal bahwa kronologis penangkapan Arbani berawal dari tertangkapnya Matnor, Minggu (4/3/18) yang memang menjadi target kepolisian Tabalong.

Matnor adalah paman terpidana Arbani yang tinggal di Desa Pimping Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan.

Matnor ditangkap di rumahnya bersama Arbani dengan barang bukti sabu 0,58 gram.

Setelah 4 bulan melakukan upaya pencarian akhirnya DPO yang selama ini kita cari berhasil ditangkap,”terang Zainal.#ib

Comments are closed.