BeritaKaltim.Co

Eksploitasi Seksual Anak Secara Online ! Harus Dicegah

TANJUNG REDEB BERITAKALTIM.CO-Saaat in sangat banyak konten-konten yang berbau pornografi bertebaran di internet dan media sosial. Tentu ini menjadi masalah utama yang harus diseriusi. Bahkan pemerintah pun telah mengeluarkan Undang-Undang Pornografi untuk mengatasi masalah ini.

Mengatasi masalah ini, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, ECPAT Indonesia dan Google Indonesia mengelar pelatihan pencegahan eksploitasi seksual anak secara online, Kamis (22/3). Kegiatan ini bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A). Pelatihan yang dilaksanakan di Hotel Bumi Segah ini dihadiri dan dibuka oleh Bupati Muharram.

Kegiatan ini diperuntukan bagi organisasi perlindungan anak-anak dan komunitas teman anak. Tidak hanya dari Berau saja, beberapa organisasi perlindungan anak yang berada di Provinsi Kalimantan Utara, seperti Nunukan dan Bulungan juga turut serta dalam kegiatan ini.

Disampaikan Kepala DPPKBP3A, Rohaini, dengan adanya pelatihan ini diharapkan memberikan pemahaman kepada organisasi perlindungan anak untuk bisa memahami penyalahgunaan internet terkait kejatan anak. Pasalnya, saat ini kejahatan seksual terhadap anak melalui media internet sangat sering terjadi dan kasusnya pun semakin bertambah. “Kegiatan ini akan menjadi modal kita untuk mendapatkan banyak informasi terkait kasus-kasus pelecehan anak melalui internet,” katanya.

Ditambahkan Asisten Deputi Perlindungan Anak Dalam Situasi Darurta dan Pornografi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Valentina Ginting mengungkapkan bahwa 70 persen dari jumlah penduduk anak Indonesia merupakan anak-anak. Tentu ini merupakan asset yang sangat berharga untukd dipertahankan. Dimana anak-anak ini lah yang bakal meneruskan tongkat estafet pembangunan pada 20 tahun kedepan. “Saat ini kita dihadapkan pada dunia tanpa batas, semua hal bisa diakses dimana saja dan kapan saja. Kita harus bisa menyikapi kemajuan ini, apakah diarahkan kepada hal positif atau negatif,” tegasnya.

Menurut Bupati Muharram, kemajuan teknologi yang terjadi saat ini tidak dapat dibendung begitu saja karena melaju dengan cepat. Apalagi setiap orang memiliki kebutuhan sangat tinggi terhadap informasi. Namun ia menegaskan, kemajuan ini masih bisa diantisipasi dengan memperkuat nilai-nilai agama. “Dari sisi agama dan keluarga kita maksimalkan, kemudian sistem dibenahi dan Undang-Undang dipertegas. Memang tidak mudah tapi harus kita coba,” tegasnya.

Ia menilai kasus seksual anak yang terjadi saat ini sangat tinggi. Mengingat pornografi merupakan bisnis yang sangat mengiurkan dalam menghasilkan pundi-pundi rupiah. Dan sebagian besar yang menjadi korban merupakan anak-anak. “Mari kita secara massif memulai untuk mengatasi persoalan ini bersama,” pungkasnya. (adv/mar)

Comments are closed.