
BONTANG, Beritakaltim.co– Tim gabungan Pemkot Bontang akhirnya menertibkan lapak pedagang yang berjualan di trotoar dan badan Jalan KS Tubun, tepatnya di depan Pasar Sementara Rawa Indah, Senin 10 September 2018. Penertiban lapak ilegal itu sempat mendapatkan penolakan dari pedagang.
Langkah penertiban ini diambil setelah pemerintah menerima Protes dari Asosiasi Pedagang Pasar Rawa Indah atas kehadiran pedagang yang berjualan di badan jalan dan trotoar. Menanggapi protes tersebut, para pedagang yang mana sudah dilayangkan surat peringatan sebanyak tiga kali terhitung sejak 31 Oktober hingga Kamis 6 September 2018, dimana surat tersebut menghimbau kepada seluruh pedagang untuk tidak melakukan aktifitas jual beli di atas trotoar Jalan KS Tubun Kecamatan Bontang Selatan. Hingga akhirnya para petugas menindak dengan tegas para pedagang yang masih membandel.
Penertiban ini diikuti tim gabungan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disprindakop dan UMKM) Kota Bontang bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Polres Bontang, Kodim 0908 Bontang Denarhanud Rudal 002 dan Dinas Perhubungan Kota Bontang. Senin (10/9) pagi.
Kepala Dinas Disprindakop Kota Bontang, Asdar Ibrahim mengatakan bahwa. Kegiatan penertiban ini sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). “Saya rasa ini sudah sesuai SOP yang ada, dan ini merupakan langkah dan upaya kami untuk menertibkan para pedagang yang masih membandel berjualan di atas trotoar yang sangat mengganggu arus lalu lintas di sekitar area pasar,” terangnya.
Hal senada pun di utarakan Kepala Satpol PP Ibnu Gunawan, Ia mengatakan bahwa untuk hari ini pihaknya memberikan himbauan keras kepada para pedagang serta memberikan jangka waktu hingga Rabu (12/9) seluruh lapak jualan harus bersih dari atas trotoar. “Kalau masih ada kami temukan, tim kami akan langsung mengangkut barang-barang tersebut tanpa harus menginformasikan kembali kepada pemiliknya,” tegasnya.
Sementara itu, Rosmiati salah serang pedagang terkena dampak penertiban meminta kepada seluruh petugas untuk tidak pilih kasih dalam melakukan penertiban, mengingat ada beberapa pedagang yang mendirikan lapak jualan nengan pondasi semi permanen. “Kalau bisa semua yang ada ditertibkan jangan pilih kasih, tapi jangan dilarang jualan karena disitu kami mencari nafkah,” ujarnya.
Sementara, Andi Lilis salah seorang pedagang yang tidak terima lapaknya di tertibkan mengamuk serta memaki para petugas, sehingga tim memilih untuk mundur guna menghindari sesuatu hal yang tidak diinginkan serta memberi waktu hingga Rabu mendatang untuk langsung membongkar lapak jualannya seperti halnya para pedagang yang lain.#ML/Adv
Comments are closed.