Siap, Pemilu Tanpa Hoaks

oleh

SAMARINDA, beritakaltim.co- Sehari setelah dilantik sebagai Pj Gubernur Kalimantan Timur, Restuardy Daud langsung melaksanakan aktifitas pemerintahan. Minggu (23/9/2018) pagi di Halaman Parkir Stadion Sempaja Samarinda, bersama dengan Pangdam VI Mulawarman dan Kapolda Kaltim memenuhi undangan KPU untuk Deklarasi Kampanye Damai.

Deklarasi Kampanye Damai dengan tema “Indonesia menolak hoax, Politisasi SARA dan Ras”, dimulai dengan kirab 16 perwakilan partai politik dan 27 calon anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah). Sejumlah calon legislatif yang siap bertarung juga ikut membacakan deklarasi yang digelar serempak se Indonesia itu.

Pj Gubernur Kaltim Restuardy Daud menyatakan kesiapannya untuk mengawal seluruh proses Pemilu sampai penyelenggaraan 17 April 2018. Dia berpesan kepada jajarannya di pemerintahan agar tetap netral.

“Kami siap mensukseskan Pemilu 2019. Tentu saja bersama-sama dengan jajaran Polda dan Kodam dalam tupoksi masing-masing,” ujarnya.

Dengan deklarasi yang diwarnai dengan sirine itu, sekaligus juga dimulainya masa kampanye para caleg maupun anggota DPD dimulai dari 23 September 2018 sampai 13 April 2019. Selain dihadiri seluruh anggota Komisioner KPU Kaltim dan Pj Gubernur Restuardy Daud, Kapolda Irjen Pol  Priyo Widyanto, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto, juga ada Ketua DPRD Kaltim HM. Syahrun, Ketua Bawaslu Kaltim Saipul, Kapolresta Samarinda, ketua dan perwakilan partai politik serta perwakilan calon perseorangan, termasuk juga tokoh masyarakat.

Ketua KPU Kaltim M. Taufik. S. Sos, M. Si dalam pidatonya sebelum deklarasi mengatakan, Kaltim adalah daerah aman. Sejak dulu, pesta demokrasi berjalan dengan baik tanpa ada kerusuhan. Bahkan, pada Pemilihan Gubernur Kaltim yang baru berlangsung semua berjalan aman dan damai.

Karena suasana berdemokrasi di Kaltim yang sudah baik itu, menurut Taufik, perlu diingatkan kepada semua peserta pemilu, yakni para caleg DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/kota dan DPD, juga termasuk partai politik, untuk menjaga bersama-sama.

Walaupun pesta demokrasi lima tahunan di Kaltim selalu aman dan damai, namun bukan berarti potensi kerusuhan tidak ada. Apalagi, saat ini begitu banyak bermunculan berita hoaks dan ujaran kebencian melalui media sosial.

“Kita mengajak semuanya untuk menghindari cara yang memecah belah persatuan dan kesatuan, politisasi SARA, hoaks dan politik uang,” ujar Taufik. #l