BeritaKaltim.Co

Pelanggaran Lalu Lintas Pada Usia Pelajar, Mengalami Penurunan

 

BONTANG, Beritakaltim.co — Operasi Zebra Mahakam tahun 2018 yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada 30 – 12 November 2018 telah berakhir, Polres Bontang berhasil menjaring 1.215 pengendara mobil dan sepeda motor. Dari jumlah tersebut mengalami kenaikan 71 persen dari tahun sebelumnya.

“Tahun 2017 ada 700 tilang yang kita keluarkan,” ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bontang, AKP. Irawan Setyono kepada media saat di temui diruang kerjannya, Mako Polres Bontang, Jl. Bhayangkara, Kelurahan Bontang Baru, Selasa, (13/11/2018).

Kata dia, pelanggaran tertinggi didominasi oleh pelanggar yang melawan arus yaitu sejumlah 315, disusul tidak menggunakan helm standar nasional Indonesia (SNI) sejumlah 270, berkendaran di bawah umur sejumlah 240, berkendaran melebihi batas kecepatan sejumlah 51, kemudian berkendaran sambil menggunakan Handphone (HP) 47, terakhir berkendara di bawah penggaruh alkohol sejumlah 3 pelanggar.

“Kami melakukan razia kendaraan dengan sistem stasioner dan sistem hunting, razia stasioner yang dilakukan pada 1 lokasi memfokuskan pada kelengkapan surat berkendara, sedangkan sistem hunting melakukan monitoring ketitik yang kerap terjadi pelanggaran lalu lintas,” ungkapnya.

Lanjut dia, dari profesi yang paling banyak melakukan pelanggaran adalah karyawan swasta sejumlah 750 tilang, mengalami kenaikan 51 persen dari tahun sebelumnya, namun dari usia pelajar mengalami penurunan 19 persen, dimana pada tahun 2017 ada 291 tilang kemudian tahun 2018 ada 237 tilang.

“Ternyata apel gelar pasukan di sekolah – sekolah sebelum melakukan Operas Zebra telah tepat sasaran, terbukti dengan menurunnya angka pelanggar dari usia pelajar, hal ini juga mampu menekan angka kecelakaan karena selama ini pelajar yang rawan kecelakaan lalu lintas” terangnya.

Menurutnya, Bontang merupakan kota kecil yang hanya memiliki 3 kecamatan, namun, apabila masyarakatnya tidak di berikan edukasi preemtif dan preventif untuk kesadaran berlalu lintas, maka akan mengakibatkan kecelakaan fatal.

Ia berharap, masyarakat Kota Bontang tetap mematuhi rambu – rambu lalu lintas dan melengkapi surat – surat kendaraannya ketika berkendara, walaupun Operasi Zebra Mahakam telah berakhir dan masyarakat perlu menanamkan dalam dirinya, bahwa pentingnya keselamatan berkendara.

“Petugas akan terus melakukan patroli dan melakukan penindakan di beberapa titik yang kerap dilakukan pelanggaran lalu lintas, untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya,” ucapnya.

Ia menambahkan, beberapa lampu merah (Traffic Light) di Kota Bontang khususnya di simpang 4 tanjung laut dan simpang 3 bukit indah, telah di pasang rambu tulisan ikuti isyarat lampu dan belok kiri jalan terus, hal tersebut untuk memudahkan masyarakat apabila berada di simpang lampu merah.

“Kedepan kita akan pasang di seluruh lampu merah di Kota Bontang dan telah melakukan koordinasi dengan pihak dinas perhubungan, karena keterbatasan anggaran, kami akan bekerja sama dengan perusahaan untuk memasang rambu tersebut di seluruh titik – titk lampu merah,” tutupnya.#HR.

Comments are closed.