“Playboy” di Melak Ditangkap di Samarinda karena Memperkosa Anak

oleh
Tersangka Arifin berbaju tahanan warna oranye diapit petugas kepolisian Polres Kubar. Foto dari Arifin, Wartawan indcyber.com

MELAK, beritakaltim.co- Arifin lebih dikenal dengan nama panggilan Ipin perawakannya kurus saja. Jauh dari kesan ganteng dan gagah. Namun, entah sudah berapa banyak perempuan berhasil digaet dan dikencaninya.

Pria playboy berusia sekitar 32 tahun ini kini harus meringkuk di sel tahanan Polres Kutai Barat. Setelah sepekan melarikan diri dari buruan petugas kepolisian, langkahnya terhenti ketika petugas menemukannya di Pelabuhan Ikan Mas, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Samarinda Ulu.

Selama seminggu terakhir, jejak Ipin ditelusuri jejaknya petugas kepolisian Melak bekerjasama dengan Tim gabungan Satuan Kriminal (Satreskrim) Polres Kutai Barat (Kubar). Pria yang dikenal sudah sering keluar masuk penjara karena urusan perempuan ini menghadapi tuduhan memperkosa anak di bawah umur. Korban yang digarapnya kali ini adalah seorang siswi kelas VIII atau kelas 2 SMP, di Kelurahan Melak Ilir, Kecamatan Melak.

“Betul, kami sudah menangkapnya di Samarinda,” ucap Kapolres Kubar AKBP. I Putu Yuni Setiawan S. Ik, MH, melalui Kasat Reskrim AKP Ida Bagus Kade Sutta, dalam press rilisnya, Rabu (27/2/2019).

Tersangka Ipin diringkus di pelabuhan Ikan Mas, kelurahan Loa Bakung, kecamatan Samarinda Ulu, Senin (25/2/2019) malam, sekira pukul 22.30 wita. Setelah dibekuk, tersangka Ipin yang tidak melakukan perlawanan kepada petugas pasrah saja saat dibawa dan dimasukkan dalam sel tahanan Mapolres Kubar.

Polisi menjelaskan, tersangka Ipin terlacak melarikan diri setelah melakukan perbuatan bejadnya kepada siswi SMP itu. Polisi mengumpulkan bukti-bukti yang menunjukkan pelaku pemerkosaan adalah seseorang yang dikenal sering keluar masuk penjara karena urusan kekerasan sekssual terhadap perempuan. Ipin diketahui sering gonta-ganti istri.

Kepada polisi yang sempat menanyakan tentang perbuatan cabul di Melak, tersangka Ipin bercerita bahwa untuk memperdaya korban yang masih duduk di bangku SMP itu dia merayu lebih dulu dengan memberikan uang Rp1 juta.

Namun karena siswi SMP ini tak mau diajak bersetubuh, Ipin langsung mencekik sambil beraksi menguasai tubuh siswi kecil yang berusaha berontak. Tapi tenaga Ipin lebih kuat sehingga ia berhasil memperkosa.Usai melampiaskan nafsu Ipin mengambil kembali uang yang diberikannya kepada anak di bawah umur itu.

Atas perbuatannya, polisi tidak ragu menjerat Ipin dengan pasal 76 D UU No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. #Arf/indcyber.com