Rencana Rusia Membangun Rel Kereta Api di Kaltim Berlanjut

oleh
Foto ilustrasi rel kereta api.

JAKARTA, beritakaltim.co- Ini kabar gembira. Proyek kereta api Kaltim yang akan dibangun oleh investor dari Rusia dan sempat macet, dilanjutkan kembali.

Kepastian keberlanjutan proyek insfrastruktur pertama di Kalimantan ini setelah adanya pertemuan antara Gubernur Kaltim H Isran Noor dengan Delegasi Russian Railways (RZD). Pertemuan kedua belah pihak dilaksanakan di Kedutaan Besar Rusia Kuningan, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Dalam pertemuan itu ada Sekretaris Jenderal DPD-RI Reydonnyzar Moenek dan juga Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri. Kemudian dari Kaltim menemani Gubernur Isran Noor, ada Kepala Dinas Perhubungan Kaltim Salman Lumiondong dan Kepala Bappeda Kaltim Zairin Zain.

Sementara pihak Rusia dihadiri First Deputy Director General of Russian Railways Misharin Aleksandr Sergeevich dan Ambassador of Russian Federation Vorobieva Ludmila serta jajarannya. Isran mengatakan Pemprov Kaltim mendukung penuh proyek pembangunan kereta api ini dan segera berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Kami akan membentuk tim agar kegiatan berjalan mulus dan kereta api membawa manfaat besar bagi masyarakat,” katanya.

Seperti diketahui, proyek rel kereta api oleh investor Rusia sudah pernah dilakukan ground breaking atau peletakan batu pertama oleh Presiden Joko Widodo, di Buluminung, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, 19 November 2015.

Tapi, proyek tidak berjalan. Hingga pada 21 Desember 2018 lalu Gubernur Isran Noor membuat pertemuan kedua kali dengan Duta Besar (Dubes) Negara Rusia Ludmilla Vorobieva, di Ruang Rapat Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada, Samarinda. Pertemuan pertama di Bali tanggal 8 Desember 2018 dalam sebuah acara yang keduanya hadir sebagai peserta.

Ketika di Bali itu, Isran ‘mengancam’; jika Rusia tak sanggup, maka dia akan mencari investor lain. Dia meminta ada keputusan Rusia sampai bulan Februari 2019.

Dubes Rusia Ludmilla Vorobieva datang ke Samarinda didampingi Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Borneo (KAB) Eugeny Kalyagin dan staf Kedutaan Rusia Denis Tetyushin. Pembicaraan waktu itu langsung focus soal melanjutkan pembangunan jalur kereta api di jalur selatan dari Kutai Barat ke Buluminung Penajam Paser Utara.

Janji Isran Noor, Pemerintah Provinsi Kaltim akan membantu soal kemudahan perizinan dengan maksimal. Apalagi pihak investor Rusia juga sudah keluar modal yang cukup besar.

Dirut PT KAB Evgeny Kalyagin menegaskan pihaknya siap melanjutkan pembangunan jalur kereta api untuk angkutan khusus kawasan selatan bahkan tidak menutup kemungkinan jalur utara.

“Kami sudah investasi US$ 80 juta dan saat ini fokus mambangun pelabuhan di kawasan industri Buluminung PPU,” jelasnya.

Sekedar mengingatkan, Rusia melalui SC Russian Railways mulai tertarik dalam pembangunan rel kereta api batu bara sepanjang 570 kilometer di Kalimantan Timur sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Rel itu rencananya menghubungkan Tabang Kutai Kartanegara – Maloy Kutai Timur – Buluminung Penajam Paser Utara – Kutai Barat. Total investasi diperkirakan mencapai 3,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 48 triliun.

Proyek rel kereta api ini dibagi dalam dua tahap pengerjaan. Tahap awal, Russian Railways membangun rel sepanjang 253 kilometer yang menghubungkan Buluminung – konsesi Banpu – konsesi GBU dan Essar senilai 2,2 miliar dolar AS. Tahap dua sepanjang 195 kilometer menghubungkan konsesi Bayan Resources di Tabang hingga terminal batu bara di Kutai Timur senilai 1,5 miliar dolar AS. #le /humas pemprov