Pegawai Swasta Paling Banyak Idap HIV/AIDS

oleh -341 views
Rakor Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Kaltim di Ruang Tepian I Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (20/3/2019).

SAMARINDA, beritakaltim.co– Penyakit AIDS sudah menjalar ke seluruh dunia dan permasalahannya semakin pelik jika tidak diatasi dengan baik. Di Indonesia, penyakit AIDS sudah menjangkit di 340 kabupaten/kota atau lebih dari 85%, sementara itu epidemi HIV/AIDS di Indonesia terus meningkat.

Estimasi Kementerian Kesehatan medio 30 Desember 2017 telah terdata 280.623 orang pengidap HIV, diantaranya 102.667 sudah menjadi penderita AIDS dan 15.429 orang telah meninggal dunia. Estimasi 2018 diperkirakan sudah ada 836.256 pengidap HIV dengan pertambahan pengidap baru setiap tahun sebanyak 85.523 orang.

Hal ini disampaikan  Gubernur Kaltim Isran Noor melalui Kepala Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Halda Arsyad, pada Rakor Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Kaltim, berlangsung di Ruang Tepian I Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (20/3/2019).

“Di Kaltim, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kaltim, secara kumulatif sejak 1993 ditemukan sebanyak 7.627 orang dan yang sudah terkena AIDS sebanyak 1.196 orang dan 488 orang diantaranya sudah meninggalk dunia,” katanya.

Halda melanjutkan, HIV/AIDS lebih banyak diidap usia produkstif dengan latar belakang profesi. RSUD AWS Samarinda melaporkan, sejak tahun 2005 – Desember 2018 telah dilakukan tes terhadap 55.885 orang dan 2.299 positif HIV. Terbanyak pegawai swasta 1.149 orang, menyusul ibu rumah tangga 507 orang dan pengangguran 319 orang, ibu hamil dan akan melahirkan 103 orang, PNS/pensiunan 83 orang, mahasiwasa 25 orang, pelajar 14 orang dan guru/dosen 7 orang.

Melihat kondisi tersebut, perlu ada upaya penanggulangan HIV/AIDS secara terpadu. “Semua pihak haruis bersatu-padu dan dilakukan secara berkesinambungan, disamping terus melakukan pengobatan bagi penderita dengan menggunakan obat Anti Retroviral (ARV) dengan tujuan untuk melemahkan virus HIV, melaksanakan pola hidup sehat, tidak mengkonsumsi narkoba dan berpikir positif,” ujarnya.

Halda mengimbau, agar terus malakukan penyuluhan bahaya HIV/AIDS dan memberikan perlindungan atau tidak lagi mendiskriminasi penderita HIV/AIDS, tetapi mereka harus mendapat jaminan hidup yang layak seperti masyarakat lainnya.  #DKP3AKaltim/rdg