BeritaKaltim.Co

Wiranto Sudah Tahu Dalang Kerusuhan Jakarta

JAKARTA- Sampai pukul 01.00 Wib dini hari, Kamis (23/5/2019), Kota Jakarta, khususnya seputar Jalan Thamrin, Petamburan, Tanah Abang dan beberapa kawasan masih mencekam. Namun demikian, konsentrasi massa sudah tak anarkis seperti sekitar 5 jam sebelumnya. Petugas kepolisian dan TNI yang berjaga pun sudah bisa beristirahat di posko masing-masing.

Polri mengamankan 257 perusuh. Sementara dilaporkan 6 orang meninggal dunia paska kerusuhan sejak Rabu (22/5/2019) dini hari dan 351 mengalami luka-luka.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam mengatakan, pemerintah sudah mengetahui dalang dari aksi kerusuhan yang terjadi setelah unjuk rasa di depan Kantor Bawaslu, Jakarta. Wiranto memastikan, aparat keamanan akan bertindak tegas.

“Dari hasil investigasi saat ini, kami sebenarnya sudah tahu dalang aksi tersebut. Aparat keamanan dengan seluruh kekuatan akan bertindak tegas secara hukum,” kata Wiranto.

Siapa dalang kerusuhan yang sudah diidentifikasi itu, Wiranto tak menyebutkan. Dia hanya menjelaskan fakta-fakta berdasarkan rangkaian peristiwa hingga kerusuhan pecah, ada upaya membuat kekacauan nasional.

Misalnya dari pernyataan tokoh-tokoh yang kemudian menyalahkan aparat keamanan atas jatuhnya korban jiwa. Wiranto melihat ada upaya membangun kebencian hingga anti kepada pemerintah. Fakta lain, ada aksi brutal yang dilakukan kelompok lain selain pengunjuk rasa.

Wiranto menyebut kelompok itu adalah preman bayaran. Mereka menyerang petugas, merusak asrama Polri di Petamburan, membakar sejumlah kendaraan, dan aksi brutal lain.

“Saya katakan tidak, jangan sampai diputarbalikkan. Pada saat menghadapi demonstrasi, aparat keamanan diinstruksikan Kapolri, Panglima TNI, untuk tidak bersenjata api. Senjata disimpan di gudang. Aparat menggunakan perisai dan pentungan,” kata Wiranto.

“Sehingga tidak mungkin aparat keamanan membunuh rakyat aksi demo,” kata Wiranto.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam jumpa pers tersebut mengatakan, pihaknya menemukan uang dengan jumlah total Rp 6 juta dari para provokator yang ditangkap karena melakukan aksi anarkistis di depan gedung Bawaslu dan Asrama Brimob Petamburan. Bahkan, saat diperiksa, provokator yang mayoritas adalah anak-anak muda ini mengaku dibayar untuk melakukan aksinya.

“Yang diamankan ini kami lihat, termasuk yang di depan Bawaslu, ditemukan di mereka amplop berisikan uang totalnya hampir Rp 6 juta, yang terpisah amplop-amplopnya. Mereka mengaku ada yang bayar,” kata Tito.

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal mengatakan, pihaknya menduga kericuhan yang terjadi setelah pembubaran aksi demonstrasi di depan gedung Bawaslu dipicu oleh massa bayaran. Sejumlah amplop berisi uang pun ditemukan dari massa yang diamankan.

“Ada juga massa yang masih simpan amplop, uangnya masih ada, dan kami sedang mendalami itu,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta. # dalam konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (22/5/2019). #

Comments are closed.