BeritaKaltim.Co

Pengelola Pasar SAD Harus Segera Lakukan Perbaikan

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Ada beberapa hal yang perlu perhatian oleh penglola pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD), karena ada beberapa keluhan dari para pedagang, diantaranya soal sarana air bersih, pintu gerbang, plafon dan lantai pasar yang mulai terlihat sebagian retak dan pecah.

Hal ini disampaikan sejumlah pedagang kepada Bupati Berau, H Muharram S.Pd MM, Wakil Bupati, H Agus Tantomo, Forkopimda, dan instansi terkait saat melakukan meinjau harga – harga kebutuhan pokok jelang hari raya Idul Fitri, Senin (3/6) lalu.

Keluhan pedagang ini pun langsung mendapat respon Bupati Muharram dan Wabup Agus, Bupati Muharram meminta kepada instansi terkait segera melakukan perbaikan beberapa fasilitas yang rusak tersebut, terutama soal pintu gedung pasar basah dan pasar kering.

“Demi keamanan dan kenyamanan saya minta pintu gedung yang rusak segera dibenahi, jangan sampai menunggu kejadian baru diperbaiki. Semua ini demi kepentingan bersama, jadi harus segera ditangani,” ujarnya.

Terkait beberapa fasilitas yang rusak seperti atap atau pelafon dan lantai yang sebagian pecah, Wabup Agus mengatakan bahwa harus segera pula dilakukan perbaikan.

“Kalau ada anggarannya segera lakukan perbaikan. Nah, kalau belum ada anggarannya nanti dikomunikasikan dengan instansi terkait, agar bisa dianggarakan, agar kerusakan tidak semakin parah,” saran Wabup Agus.

Selain itu Wabup Gus juga mengintruksikan kepada pengelola pasar, jika beberapa hari ini arana air bersih sering macet, atau kurang lancar, seharusnya pihak pengelola pasar SAD berinisiatif mengediakan mobil tanki, atau menyediakan mobil yang mengangkut tandon, untuk mensuplai sarana air besih untuk para pedagang.

“Mestinya, kalau memang distribusi air kurang lancar, pihak pengelola harus menyedaikan mobil tanki atau minimal menyediakan mobil yang mengangkut tandon berisikan air, dan itu pun tidak boleh putus,” sarannya.

Sebab, kata Wabup Agus, sarana air bersih ini sangat penting, diantaranya untuk mencuci ikan, daging ayam dan lain sebagainya, termasuk untuk membersihkan lapak para pedangang.

“Kalau sampai air tidak lancar, bisa dibayangkan bagaimana kotornya pasar ini. Karena tidak ada air untuk mebersihkan lapak para pedagang, kan terlihat jorok, dan ini bisa berimbas kepada sepinya pembeli, karena pembali malas melihat pasar terlihat kotor. Ini pun nanti juga dirasa dapat merugikan para pedagang, kalau sampai penjualan menurun,” tegasnya.

Atas saran dan pendapat Bupati Muharram dan Wabup Agus, pihak pengelola pasar SAD pun berjanji akan segera melakukan perbaikan sejumlah fasilitas yang rusak, termasuk persediaan air yang dikeluhkan para pedagang. (adv)

Comments are closed.