BeritaKaltim.Co

Pelaku Wisata Jangan Aji Mumpung

TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Wakil Bupati (Wabup) Berau, H Adus Tantomo mengimbau kepada pelaku wisata tidak main harga selama Lebaran. Ini demi citra pariwisata Kabupaten Berau di mata wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

Untuk itu Wabup Agus, meminta para pelaku wisata tidak menggunakan aji mumpung dengan memanfaatkan momen libur hari raya Idul Fitri 1440 H, untuk menaikkan harga sesukanya, sehingga dikeluhkan wisatawan yang datang.

“Saya mohon semua pihak tidak aji mumpung, terutama aji mumpung dalam hal harga penginapan, transportasi darat dan laut, maupun sejenisnya. Kalau ada kenaikan sedikit dibatas kewajaran tidak jadi soal, tapi jangan dinaik-naikkan tanpa alasan yang cukup,” tegasnya.

Karena itu, Wabup Agus meminta kepada manajemen hotel tidak menaikkan tarif menjelang libur Lebaran. Dirinya menilai tindakan menaikkan tarif seenaknya tak lebih dari praktik aji mumpung, yang pada ujungnya merusak citra Kabupaten Berau.

Kemudian tempat parkir kendaraan, Wabup Agus Juga mengimbau agar diberi jaminan keamanan kepada kendaraan wisatawan yang ingin menyebrang dari Pelabuhan Tanjung Batu ke Pulau Derawan, atau ke Pulau Maratua dan pulau – pulau wisata lainnya, termasuk kendaraan yang parkir di hotel – hotel.

“Jangan menaikkan tarif parkir di luar batas kewajaran. Kalau mau menaikkan harga tolong ditulis besar-besar, jadi masyarakat tidak merasa dipalak atau merasa dijebak,” tegasnya.

Dikatakan Wabup, jika ingin wisatawan kembali ke Berau dan membawa wisatawan lainnya, maka wisatawan yang ingin berlibur Lebaran harus diberi pelayanan yang terbaik.

“Jaga nama baik Kabupaten Berau, berikan yang terbaik kepada setiap wisatawan yang datang ke Berau, agar gaung wisata Berau semakin dikenal oleh wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara,“ ungkapnya.

Oleh sebab itu menurut Wabup Agus, pelaku wisata harus dapat memanfaatkan momen yang fitri ini, dengan memberikan pelayanan yang paling terbaik, bukan mengeruk keuntungan tanpa memperdulikan apa yang terjadi dikemudian hari, setelah wisatawan merasa dirugikan. (adv)

Comments are closed.