Mengukur Peluang, Siapa Wawali Samarinda?

oleh -382 views

SAMARINDA, beritakaltim.co- Dua nama sudah dikirim Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang ke DPRD agar dipilih salah satunya menjadi Wakil Wali Kota Samarinda disisa masa jabatan 17 Februari 2021. Dua nama itu, HM Barkati yang berasal dari birokrat namun dicalonkan Partai Demokrat dan satunya lagi Arif Kurniawan, politisi dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera).

Kehadiran Arif Kurniawan cukup menarik perhatian. Lantaran nama ini tidak pernah disebut-sebut sebagai bakal calon pengganti Wawali paska ditinggal Nusyirwan Ismail yang meninggal dunia. Arif menggeser rekan separtainya di PKS, yakni Sarwono Hidayat yang kini masih anggota DPRD Samarinda.

Ditendangnya Sarwono dari calon PKS, diduga masih terkait dengan perombakan struktur di tubuh partai itu yang telah dimulai sejak sebelum Pilpres 17 April 2019. Seperti diketahui pada akhir 2018 lalu DPP (Dewan Pimpinan Pusat) PKS mengganti ‘paksa’ gerbong kepengurusan Masykur Sarmian di DPW PKS Kaltim. Jabatan Masykur selaku ketua semestinya berakhir tahun 2020, digantikan Harun Al Rasyid tanpa melalui mekanisme sejenis Musyawarah Daerah (Musda).

Bagaimana dengan Barkati?

Walaupun sebagai ASN (aparatur sipil negara), tetapi dia juga seorang aktivis organisasi kedaerahan. Namanya masuk ke bursa Wawali setelah mengantongi surat dari DPP Partai Demokrat yang diteken ketua umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan sekretaris umum Hinca Panjaitan. Menurut Wakil Ketua DPRD Samarinda dari Partai Demokrat, Sukamto, pada bulan November 2018 silam, masuknya nama Barkati melewati proses yang disahkan rapat partai.

Demokrat, PKS dan NasDem adalah partai pengusung pasangan Syaharie Jaang – Nusyirwan Ismali pada Pemilihan Wali Kota Samarinda tahun 2016 lalu. Karena itu, ketiga partai itu pula yang berhak mencalonkan pengganti Nusyirwan yang meninggal dunia.

NasDem juga melakukan seleksi calon wakil wali kota. Dari seleksi mereka muncul nama salah seorang kadernya, Saefuddin Zuhri. Tapi, belakangan setelah Saefuddin terpilih lagi sebagai anggota DPRD Kaltim pada Pileg 17 April 2019 lalu, dia tak berminat lagi ‘hijrah’ ke eksekutif menjadi calon wakil wali kota.

Jadi, tersisa dua nama; Barkati dan Arif Kurniawan yang kini diusulkan Wali Kota Samarinda ke DPRD. Menurut tata cara yang berlalku, lembaga legislatif itu akan memprosesnya melalui mekanisme pemilihan. Ada 45 anggota DPRD Samarinda yang terlibat atas pemilihan tersebut.

Jumlah anggota PKS di DPRD Samarinda hanya 3 kursi. Namun, partai berbasis agama Islam itu punya ‘teman setia’ seperti Gerindra dengan 5 kursi. Jika koalisi ini solid, maka kemungkinan PAN yang punya 3 kursi merapat ke Arif Kurniawan.

Walau sudah ada 11 kursi, koalisi ini punya ‘amunisi’ tambahan dari 5 kursi anggota DPRD Samarinda yang pindah partai ke Gerindra, tapi tidak di-PAW (Pergantian AntarWaktu) dan tetap duduk sebagai legislator. Lima anggota DPRD Samarinda yang ‘bermasalah’ itu adalah Adhi Agustiawarman F (Golkar), Mashari Rais (Golkar), Alphad Syarif (Golkar), Syaiful (Hanura) dan Akhmed Reza S (NasDem).

Partai Golkar yang punya 9 suara DPRD Samarinda dan menguasai pucuk pimpinan, dipastikan ‘ompong’ jika tak menempuh upaya menyingkirkan mantan anggotanya yang tetap bertahan di DPRD walaupun aturan mewajibkan mereka di-PAW. Dari 9 kursi yang dikuasainya, hanya tersisa 6 lantaran 3 sudah pindah partai ke Gerindra.

Sisa kekuatan tinggal ada PDIP yang di DPRD Samarinda punya 8 kursi. Jika koalisi PDIP dan Golkar bergabung, berarti ada 14 kursi dan masih bisa mengimbangi koalisi PKS-Gerindra.

Tinggal lagi Partai Demokrat dengan 6 kursi, NasDem (4 kursi, tapi tersisa 3 karena 1 pindah ke Gerindra), PPP (4 kursi), Hanura (3 kursi tersisa 2 kursi karena 1 pindah ke Gerindra).

Partai Demokrat semestinya sebagai pengusung dan pendukung Utama Cawawali Barkati. Hanya saja, karena politik itu dinamis bisa saja anggota DPRD Samarinda dari Partai Demokrat tak satu hati dan mbalelo. Beberapa kalangan menyebut;  urusan pencalonan Wawali ini terkait juga dengan Pilwali Kota Samarinda tahun 2020. Sebab, berembus kabar Partai Demokrat bakal mencalonkan Puji Sulistywati sebagai kandidatnya. Ibu Puji adalah istri dari Wali Kota sekarang Syaharie Jaang yang juga Ketua Partai Demokrat Kaltim.

Pada Pilwali tahun 2020 tersebut Partai Demokrat membutuhkan koalisi besar partai-partai politik. Apakah PKS yang dilirik partai berlambang Mercy itu sebagai bagian koalisi?

Ya, semua masih serba samar. @charlessiahaan