BeritaKaltim.Co

Camat Bontang Selatan Menilai Penyaluran PKH belum Maksimal

BONTANG, Beritakaltim.co — Penyaluran Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi keluarga miskin yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat, dinilai masih belum maksimal penyalurannya, khususnya di wilayah Kecamatan Bontang.

“Ada warga yang mengatakan, kenapa si A dapat sedangkan si B lebih miskin dari si A,” terang Camat Bontang Selatan Sarifuddin kepada Beritakaltim.co saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (28/8/2019).

Kata dia, data warga miskin yang didapatkan oleh Kementerian Sosial berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bontang, dimana proses pendataan yang dilakukan dengan survei dilapangan tanpa berkoordinasi dengan pihak Kelurahan dan RT setempat.

“Sebenarnya kurang koordinasi sehingga kurang terkondisikan dengan baik, karena seharusnya melibatkan Kelurahan, ketua RT dan Dinas Sosial,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, hingga tahun 2019 ada sebanyak kurang lebih 2.300 warga miskin diwilayah Kecamatan Bontang Selatan, sedangkan yang mendapatkan bantuan dari PKH dan BPNT hanya sebanyak 550 Kepala Keluarga.

“Sebenarnya ada beberapa warga yang sudah mandiri, mau digantikan dengan warga miskin yang lainnya, namun prosesnya tidak mudah,” terangnya.

Sarifuddin Camat Bontang Selatan yang juga pernah menjabat sebagai Lurah Tanjung Laut ini menjelaskan, pihak kelurahan pernah ingin menganti penerimah PKH yang sudah mandiri dengan warga miskin lainnya, melalui musyawarah kelurahan dengan melibatkan RT.

Lanjut dia, kemudian seluruh ketua RT mendaftarkan seluruh warganya yang masuk dalam kategori miskin, kemudian disandingkan dengan indikator yang ada kemudian dibuatkan berita acara. Setelah itu berita acara dikirim ke Dinas Sosial dan Kementerian Sosial.

“Berita acara kami kirimkan ditolak, mungkin nanti pihak kemensos yang meminta data ulang baru bisa diganti,” jelasnya.

Namun iapun menilai bantuan dari PKH dan BPNT yang saat ini proses penyalurannya distransfer langsung dari pusat kemasing – masing keluarga penerima manfaat, sudah sangat baik sebab warga bisa membeli beras dengan kualitas bagus, telur dan mie instan serta gula melalui E – Warung.

“Sebelumnya bantuannya berupa beras yang diambil dimasing – masing kelurahan, banyak juga yang tidak mau mengambilnya mungkin karena tidak cocok,” ucapnya.

“Lama tidak diambil jadi berasnya rusak dan ditarik lagi ke gudang bulog di provinsi,” tambahnya. #HR.

Comments are closed.