TANJUNG REDEB, beritakaltim.co- Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau terus berupaya mengembangkan potensi kerajinan tangan, dengan cara memberikan Pelatihan Pembuatan Tas dar Rotan kepada anggota Dekranasda yang ada di tiga belas kecamatan, dan acara tersebut di kantor Diskoperindag, Selasa (15/10) pagi kemarin.
Pelatihan kali ini diantarnya yakni memanfaatkan rotan untuk dianyam menjadi berbagai jenis kerajinan tangan, yang tidak hanya untuk mengangkat nama Kabupaten Berau, tetapi juga bernilai ekonomi.
Menurut Ketua Dekranasda Berau, Hj Sri Juniarsih Muharram pelatihan ini diberikan sebagai bentuk komitmen Dekranasda dan Diskoperindag untuk memanfaatkan potensi bahan baku yang dimiliki Kabupaten Berau.
“Satu sisi hal ini juga meningkatkan kreativitas masyarakat, untuk lebih kreatif memanfaatkan bahan baku apa saja yang ada di sekelilingnya, yang dapat membantu perekonomian masyarakat,” ujar Juniarsih didampingi Kepala Diskoperindag, Hj Wiyati SE.
Hasil kerajinan tangan ini pun menurut Juniarsih, nantinya dapat dipromosikan berbagai even, baik tingkat Kabupaten, Provinsi hingga tingkat Nasional. Misalnya melalui Kartini Week, yang biasanya diikuti berbagai daerah tingkat provinsi maupun Kabupaten dan Kota se-Indonesia, serta beberapa dunia usaha. Sehingga momentum Kartini Week itu kesempatan besar bagi Berau memperkenalkan hasil berbagai jenis produk maupun hasil kerajinan tagan.
“Jadi momentum seperti itu dapat kita manfaatkan mempromosikan berbagai produk hasil kerajinan masyarakat Berau, yang memiliki kualitas baik, dan tidak kalah dengan daerah lain, ” ungkap Juniarsih.
Ditambahkan Wiyati, beberapa produk unggulan Berau yang kini sudah dikenal masyarakat secara luas hingga mancanegara diantaranya gelang, kalung manik, kerajinan dari batok kelapa, hingga tas anyaman dari rotan, termasuk batik dan tenun khas Berau.
Hal ini dapat dibuktikan dibeberapa even baik tingkat Provinsi maupun tingkat Nasional, berbagai produk hasil kerajinan tangan khas Berau menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung pameran. “Alhamdulillah berbagai produk kita menjadi daya tarik para pengunjung. Terlihat dari banyaknya pengunjung yang datang ke stan Dekranasda Berau,” ungkapnya.
Tidak hanya hasil kerajinan tangan, makanan olahan tradisional khas Kabupaten Berau juga dipromosikan dan dipasarkan selama mengikuti berbagai even. “Dan disinilah peran Diskoperindag membantu mempromosikan dan memasarkan hasil kerajinan masyarakat Berau,” jelasnya.
Oleh karena itu Wiyati juga berharap melalui pelatihan seperti ini benar – benar diharapkan bermanfaat bagi masyarakat yang mengikuti. Karena apa bila pelatihan ini diikuti dengan serius, kemudian dikembangkan dengan berbagai jenis, maka bukan mustahil hasilnya nanti dapat membantu perekonomian keluarga, sekaligus membuka lapagan kerja.
“Artinya, jangan terpaku dengan bahan baku rotan saja, tetapi cobalah memanfaatkan bahan baku lainnya, termasuk memanfaatkan limbah di sekitar kita, untuk dijadikan sesuatu yang bernilai,” pungkasnya. #adv/mar
Comments are closed.