BeritaKaltim.Co

Rusli; Bontang Lebih Banyak Lowongan Dibidang Industri

BONTANG, beritakaltim.co – Anggota Komisi 1 DPRD Bontang, Rusli menyoroti beberapa pemaparan rencana kegiatan tahun anggaran 2020 yang disampaikan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Saat rapat kordinasi di lantai 2 Gedung DPRD kota Bontang, Selasa ( 22/10/2019).

Salah satu poin yang menjadi sorotan politisi dari partai Hanura ini terkait standarisasi dari pelatihan para pencari kerja.

Dijelaskan Rusli, dari berbagai pelatihan yang dilakukan disnaker dan diikuti oleh masyarakat tidak memenuhi standar kebutuhan di bidang industri, mengingat Kota Bontang lebih banyak penerimaan dibidang industri.

“Pemilihan tempat pelatihan atau LPK juga harus dipertimbangkan, jangan memilih LPK yang hanya memberi pelatihan tanpa adanya pendampingan lanjutan paska usai dilaksanakan pelatihan tersebut,” terangnya.

Diceritakan Rusli, Ia pernah berdiskusi dengan salah satu perusahaan di Kota Bontang, dari hasil diskusi tersebut, perusahaan tersebut menunggu informasi dari disnaker terkait rekruitmen tenaga kerja, “Harusnya Disnaker lebih peka akan hal ini,” terangnya.

Ia pun mencontohkan, saat dibukanya bursa lowongan pekerjaan jurusan operator disalah satu perusahaan, Disnaker dapat langsung menahan dan mencarikan pekerja sesuai spek yang dibutuhkan, “Kalau memang tidak ada maka Disnaker wajib melakukan pentreaningan hingga tenaga kerja tersebut layak ditempatkan,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekertaris Disnaker, Budiman sangat sependapat dengan apa yang disampaikan, baik oleh Rusli maupun Maming. Akan tetapi, Ia tidak menepis bahwa kegiatan yang ada saat ini tidak lepas dari anggaran yang dimiliki Disnaker pada anggaran perubahan 2019 yang bekisar 2,6 miliar.

Hal ini Ia nilai kecil, sehingga beberapa kegiatan pun tidak dapat dimaksimalkan seperti halnya pelatihan tenaga kerja, “Saya berharap, jika masih bisa dapat tambahan anggaran agar seluruh kegiatan dapat terakomodir,” tukasnya.( Adv)

Comments are closed.