BONTANG, beritakaltim.co — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang mengaku heran, pada saat pemaparan program dan kegiatan tahun 2020 masing – masing OPD (Organisasi Perangkat Daerah), pengajuan pengadaan kendaraan dinas berbeda – beda.
“Kenapa setiap OPD pengadaan mobil dinas berbeda – beda, ada yang mengajukan Rp. 200 juta ada juga Rp. 400 juta padahal dengan eselon yang sama,” ujar Abdul Haris Anggota Komisi I DPRD Kota Bontang saat rapat kerja dengan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang, diruang rapat sekretariat DPRD Kota Bontang jalan Bessai Berinta, Kelurahan Bontang Lestari, belum lama ini.
“Apakah tidak ada standar nilai yang telah ditentukan oleh pemerintah Kota Bontang, sebab dengan eselon yang sama kog anggarannya berbeda – beda,” tanya Abdul Haris.
Menurutnya, dengan adanya standar besaran anggaran bagi semua OPD tentu nantinya akan ada kesetaraan dengan dinas lainnya.
Menjawab pertanyaan Abdul Haris, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (DSPM) Kota Bontang Abdu Safa Muha mengatakan, pihaknya hanya mengetahui untuk eselon 2 kendaraan dinasnya 2000 CC sedangkan untuk eselon 3 kendaraan dinasnya 1000 sampai dengan 1.500 CC.
“Untuk besaran anggarannya kami kurang tahu, itu ada di bagian umum sekretaris pemkot Bontang, tapi memang harus ada,” terang Safa.
Namun demikian, pihaknya sangat mendukung dengan standar besaran anggaran apabila ingin ditentukan, tetapi pihaknya menyebutkan untuk kesetaraan tentunya disetiap OPD ada.
“Kami sangat setuju apabila ditetapkan besarannya,” tutupnya.Adv. #HR
Comments are closed.