BeritaKaltim.Co

Kapal Tabrak Fender Jembatan Mahakam, Ini Penjelasan Syahbandar

SAMARINDA, beritakaltim.co- Insiden penabrakan fender (penyangga) pilar jembatan Mahakam oleh kapal tongkang muatan batu bara, kembali terjadi pada Jumat, (17/11/2019) lalu, sekitar Pukul 20.28 WITA. Penabrak diidentifikasi adalah kapal BG Finance 37 ditarik tughboat (TB) Entebe Emerald 59 menuju Jetty perusahaan tambang batu bara di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar). Diduga, kapal bergerak di luar jadwal yang ditetapkan sesuai waktu Pandu.

Menanggapi hal itu pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda memberikan keterangan mengenai penanganan kasus tersebut. Ditemui di kantornya Selasa (19/11/2019), Petugas Harian (PH) Kepala Seksi Keselamatan Berlayar KSOP Kelas II Samarinda Herdi Setiawan tidak menampik atas kejadian tersebut. Saat ini pihaknya sedang melakukan pengecekan dan pencarian terhadap tughboat penarik tongkang tersebut.

“Saat kejadian kami juga langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pencarian kapal Tughboat tersebut. Dan Kapal tughboat itu ternyata kami dapati berada di Jetty Kukar,” Jelas Herdi.

Selain itu, pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan terhadapn 5 crew dan seseorang dari pihak agen berkaitan. “Kami melakukan pengecekan kelengkapan dokumen izin berlayar dan hasilnya dokumennya lengkap, tapi kami terus mendalami persoalan tersebut sampai selesai.” ujar Herdi saat ditemui di Kantor KSOP, Jalan Yos Sudarso Area Pelabuhan Kota Samarinda.

Lebih jauh terkait penanganan, pihak KSOP mengaku sudah melakukan pelaporan kepada KP3Area Samarinda Kota dan sedang dilakukan penyelidikan secara detail oleh KP3.

“Laporan kami sudah masuk ke KP3 dan sedang diselidiki oleh KP3,” sebut Herdi.

Herdi juga menyebut bahwa saat ini pihaknya tengah masuk pada tahap pemanggilan agen dan Nahkoda Kapal tersebut untuk dimintai keterangan.

“setelah hasil penyelidikan kami baru bisa memberikan keterangan penanganannya. Kami sejauh ini menyesuaikan SOP yang ada. Kalau dari KSOP kemungkinan kami akan memberikan sanksi administrasi saja, lebih jauh terkait hukum kami serahkan kepada pihak yang bertanggung jawab,” tutupnya.

Sementara pihak agent PT. Pelayaran Gema Bahari melalui Joshua mengatakan insiden tersebut murni kecelakan dikarenakan faktor cuaca. “Kru yang ada sebanyak 10 orang, namun kita tidak memungkiri ada faktor alam. Kemarin kita tidak memakai pandu dan kita tetap kooperatif dalam pemeriksaan,” ungkapnya. #

Wartawan: Heriman | Editor: chsiahaan

Comments are closed.