Pengiriman 10 Kilogram Sabu dari Tawau Dihentikan Petugas Polres Samarinda

oleh -210 views
Dua tersangka pembawa 10 kilogram sabu, saat diamankan di Polresta Samarinda.

SAMARINDA, beritakaltim.co- Kepolisian Resor Kota Samarinda melalui Satuan Reskoba (Satreskoba) dan Polsekta Sungai Pinang berhasil menggagalkan pengiriman narkoba jenis sabu sebanyak 10 kilogram asal Malaysia senilai Rp 15 miliar, Selasa (24/3/2020) malam, di Jalan Poros Samarinda-Bontang, tepatnya depan Tempat Pemotongan Sapi, Kota Samarinda.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman dalam press releasenya mengatakan, 10 kilogram sabu itu dibawa oleh dua orang kurir berinisial Dn dan As. Keduanya membawa sabu tersebut dari Kabupaten Berau menggunakan satu unit mobil Daihatsu Terios warna abu-abu bernomor polisi KT 1338 WH.

“Mobil itu mobil sewaan. Sementara kedua pelaku merupakan kurir. Mereka akan mendapat upah Rp 10 juta apabila sampai ke tujuan,” urai Arif didampingi Kasat Reskoba Kompol Sigit R Hutomo dan Kapolsekta Sungai Pinang Kompol Ramadhanil, Rabu (26/3/2020) di teras Mapolresta Samarinda.

Sebanyak 10 kilogram sabu itu ditemukan dalam dua buah tas. Mengenai asal sabu itu dikirim melalui Tawau, Malaysia. Sementara terkait jaringannya, masih dalam pengembangan dilapangan.

“Keduanya kita kenakan Pasal 114 Ayat (2) Subsider Pasal 112 Ayat (2) JO Pasal 132 Ayat (2) Undang- undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 10 tahun penjara dan maksimal hukuman seumur hidup,” ungkap Arif.

Sementara, Kapolsekta Sungai Pinang Kompol Ramadhanil kepada awak media mengatakan, dua kurir ini sudah diincar selama satu minggu. Ketika keduanya melintas di Jalan Poros Samarinda-Bontang, pihaknya melakukan pencegatan di jalan.

“Kita cegat di jalan dengan truk sambil pura-pura perbaiki ban. Saat macet panjang. Pelaku juga ikut terjebak macet tersebut. Nah saat itulah kita ringkus mereka,” beber Dhanil.

Salah satu pelaku berinisial As mengaku hanya disuruh mengantarkan dan tidak mengetahui isi barang tersebut.

“Saya tidak tahu barangnya isi sabu. Saya hanya menyupirkan, saya tidak kenal yang punya siapa,” jelasnya.

Walaupun tidak mengenai barang yang akan diantar, namun ia mengakui mendapat upah usai mengantarkan barang itu.

“Kami dijanjikan uang 10 juta per orang. Setahu saya barangnya dari Malaysia. Tapi uangnya belum ada dikasih ke kami,” tutupnya. #

Wartawan: Heriman