BeritaKaltim.Co

Swab Massal Pasar Muara Rapak Sepi Peminat, Pedagang Milih Tutup Lapak

BALIKPAPAN, beritakaltim.co- Pasar Muara Rapak Balikpapan Utara, Kalimantan Timur menjadi kluster penularan setelah hasil swab massal diketahui ada 17 pedagang terkonfirmasi positif terinfeksi virus Korona. Menindaklanjuti hal itu Pemerintah Kota Balikpapan menggelar kembali swab massal.

Sayangnya, upaya tim gugus tugas covid-19 melakukan swab massal kedua belum mendapat respon pedagang Muara Rapak, Balikpapan Utara, Kamis pagi (30/7/2020)

Jumlah peserta swab massal ini justru lebih sedikit jika dibandingkan pada swab massal Pasar Muara Rapak gelombang pertama.

Tampak terlihat tenda tempat pelaksanaan swab massal sepi dari pedagang yang mengikuti, dibuktikan dengan longgarnya antrean pedagang yang menunggu giliran swab massal.

“Iya memang sepi ini, banyak teman yang milih tutup karena takut di swab, kemarin begitu dengar kabar mereka langsung beres-beres,” ujar Marni, salah satu penjual kopi di depan pintu masuk.

Ada juga cerita, ketika tenda swab massal didirikan tadi malam, banyak pedagang yang ketar-ketir, sehingga mereka pun telah berencana untuk menutup lapaknya hari ini.

Sunarti lebih memilih berjualan sampai diumumkan tutup. “Kalau saya sudah ikut swab, insyaallah aman. Kita jualan sih karena kan belum ditutup,” ucapnya.

Sementara itu, Pengelola PT Hasta Nusa Indah ( Plaza Muara Rapak) Dody Aurora menyayangkan lambatnya hasil swab massal pertama yang belum diketahui seluruhnya sementara pedagang sudah berjualan.

“Kami sudah maksimal, apa yang diperintahkan pemerintha kota ke kami, kami jalankan kami sudah taat,” katanya.

Pasar Muara Rapak ditutup tiga hari mulai Jumat khusus lantai Dasar (tradisional) sedangkan lantai lainnya tetap buka.

“Saya ikuti apa yang diputusin pemerintah. Saya belum dapat info itu (pasar muara rapak ditutup tiga hari-red),” ujarnya. #

Wartawan : Thina

Comments are closed.