BeritaKaltim.Co

1.200 Pelajar Tingkat SD dan SMP Ikuti Olimpiade Balikpapan, Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Daya Saing

BERITAKALTIM.CO- Sebanyak 1.200 peserta didik tingkat SD dan SMP se-Balikpapan mengikuti Olimpiade Balikpapan (OMIBA) Tahun 2026 yang digelar di BSCC Dome pada Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Yayasan Indonesia Matematika dan Sains Optima (IMASO) sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing pelajar.

Founder IMASO, Rudi Susanto, mengatakan ajang ini bertujuan mendorong kemampuan siswa agar mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.

Ia menilai, sebelum pandemi COVID-19, prestasi pelajar Balikpapan cukup membanggakan, bahkan kerap meraih medali emas dan menjadi langganan juara nasional.

“Namun belakangan ini, kami melihat arah pendidikan anak-anak kurang tertata dengan baik. Karena itu, kami bersama sejumlah pihak berinisiatif mengadakan lomba seperti ini untuk kembali meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya kepada Beritakaltim.co.

Menurut Rudi, soal-soal dalam OMIBA tidak hanya mengacu pada kurikulum sekolah, tetapi sekitar 50 persen telah mengadopsi standar nasional. Hal ini diharapkan dapat membuka wawasan siswa tentang tingkat kesulitan soal di ajang kompetisi yang lebih tinggi.

“Anak-anak yang mungkin di sekolah selalu mendapat nilai 100, ketika ikut lomba ini bisa melihat kemampuan sebenarnya. Dari situ diharapkan muncul semangat belajar yang lebih tinggi,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan yang telah memberikan dukungan, termasuk pembebasan biaya penggunaan lokasi lomba. Ke depan, pihaknya berharap dukungan dari Pemerintah Kota Balikpapan dapat terus meningkat agar kegiatan serupa bisa rutin digelar setiap tahun.

OMIBA juga menjadi ajang pencarian bibit unggul untuk dipersiapkan menghadapi Olimpiade Sains Nasional hingga kompetisi sains internasional.

Rudi menegaskan bahwa pembinaan sejak dini sangat penting, agar siswa mampu bersaing di level lebih tinggi. Peserta lomba berasal dari siswa SD kelas 3, 4, dan 5 serta SMP kelas 7 dan 8, baik dari sekolah negeri maupun swasta.

Sementara siswa kelas 6 dan 9 tidak diikutsertakan karena tidak lagi memenuhi syarat mengikuti ajang OSN. Menariknya, seluruh rangkaian lomba ini digelar secara gratis tanpa dipungut biaya.

Kompetisi yang mencakup try out OSN bidang IPS, Matematika, dan IPA ini dilaksanakan secara online. Dari total 1.200 peserta, akan diseleksi menjadi 300 finalis yang berhak melaju ke babak akhir. Para pemenang nantinya akan mendapatkan sertifikat dan piala dari IMASO.

Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, pelajar Balikpapan dinilai lebih unggul di bidang matematika, seiring latar belakang IMASO yang didukung banyak pengajar matematika, termasuk yang pernah meraih medali emas tingkat nasional.

NIKEN | WONG

Comments are closed.