BeritaKaltim.Co

Update 16 Agustus: Balikpapan Semakin “Pekat”, 22 Meninggal Dunia

BERITAKALTIM.CO- Satgas Penanganan Covid-19 Kalimantan Timur mengeluarkan rilis baru mengenai angka kematian pasien-pasien yang terkonfirmasi virus Korona. Menurut update hari Minggu 16 Agustus 2020, terdapat penambahan 23 pasien yang meninggal dunia. Sehingga total yang meninggal akibat virus di Kalimantan Timur menjadi 89 orang.

Peningkatan angka kematian pasien korona yang dilaporkan, satu kasus di Kutai Barat, warga setempat dengan kode KBR 82, laki-laki 66 tahun, ditambah 22 kasus di Balikpapan.

Angka kematian di Balikpapan dibagi dua sesi. Pertama adalah pasien-pasien terkonfirmasi positif yang dilaporkan meninggal dunia hari Minggu (16/8/2020), sebanyak 4 orang. Yaitu dengan kode BPN 955 (Wanita 65 tahun), BPN 957 (Laki-laki 58 tahun, BPN 988 (Laki-laki 52 tahun) dan BPN 991 (Laki-laki 78 tahun).

Kemudian 18 kasus kematian lainnya, adalah pasien-pasien positif korona selama bulan Juli sampai Agustus, namun baru keluar hasil swab dari laboratorium bahwa mereka terkonfirmasi positif.

“Seluruhnya dimakamkan dengan prosedur protokol covid-19,” ucap Andi M Ishak, juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim, dalam video conference rutin setiap sore, Minggu (16/8/2020).

Secara terinci, 18 pasien yang meninggal dan telah dikubur itu adalah dengan kode BPN 294 Laki-laki 53 tahun, BPN 313 Laki-laki 63 tahun, BPN 410 Wanita 49 tahun,
BPN 515 Laki-laki 54 tahun, BPN 532 Laki-laki 67 tahun dan BPN 665 Laki-laki 53 tahun.

Kemudian dengan kode BPN 697 Wanita 56 tahun, BPN 748 Laki-laki 70 tahun, BPN 762 Wanita 57 tahun, BPN 763 Laki-laki 33 tahun, BPN 790 Laki-laki 67 tahun, BPN 791 Laki-laki 74 tahun, BPN 792 Wanita 20 tahun, BPN 796 Laki-laki 46 tahun, BPN 797 Wanita 60 tahun, BPN 828 Wanita 59 tahun, BPN 851 Lakilaki 58 tahun, dan BPN 935 Wanita 55 tahun.

Dengan penambahan jumlah pasien pasien meninggal dunia di Balikpapan, maka tingkat kematian akibat penyakit penularan virus Korona meningkat tajam dan memunculkan keprihatinan serta kewaspadaan masyarakat Balikpapan. Komposisinya saat ini adalah total yang tercatat Satgas penanganan covid-19 ada 991 orang tertular virus dan 577 dinyatakan sembuh, serta sebanyak 59 orang meninggal dunia. Sebanyak 355 lagi kita menunggu kesembuhan di isolasi mandiri dan rumah-rumah sakit di kota itu.

Angka kematian di Balikpapan naik menjadi 5,95 persen. Angka itu bahkan lebih tinggi dari angka kematian nasional per hari Minggu 16 Agustus yang mencatat sebesar 4,4 persen (Indonesia pasien positif 139.549, meninggal dunia 6.150).

Andi M Ishak mewanti-wanti warga, khususnya di Balikpapan untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak memandang remeh kasus covid-19. Sebelum ada vaksin penawarnya, maka ancaman penularan dan kematian warga ada di depan mata. #

Wartawan: charle

Comments are closed.