BERITAKALTIM.CO- Beginilah dahsyatnya virus Korona. Asalnya dari Kota Wuhan negeri Tiongkok, tapi lewat penularan orang per orang dia melintas negeri, melintas laut dan benua. Di Kabupaten Mahakam Ulu yang begitu jauh akses dari perkotaan, sekitar 1000 kilometer dari Kota Samarinda dan boleh dibilang masih ‘virgin’, tak mampu mempertahankan sebagai daerah dengan zero kasus Korona.
Pertahanan itu jebol di bulan Agustus 2020. Kasus pertama di Mahakam Ulu terjadi pada tanggal 7 Agustus 2020. Seorang laki-laki 29 tahun, warga yang melakukan perjalanan ke Jawa Tengah. Saat mau pulang karena diwajibkan tes mandiri di Kutai Barat, ternyata terkonfirmasi positif sehingga menjalani isolasi mandiri di Kutai Barat.

Dari kasus pertama itu, kemudian muncul empat kasus positif baru lainnya. Dilaporkan hari Minggu (17/8/2020), dalam rilis Tim Satgas Covid-19 Kaltim, empat kasus positif baru itu masing-masing 2 kasus merupakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala (Asimtomatis), yaitu dengan kode MHU 2, Laki-laki 2 tahun dan MHU 4 Wanita 46 tahun. Keduanya dirawat di RSUD Gerbang Sehat Ujoh Bilang, Mahakam Ulu.
Pasien positif ketiga dengan kode MHU 3, Laki-laki 53 tahun merupakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut. Pasien ini juga dirawat di RSUD Gerbang Sehat Ujoh Bilang. Sedangkan yang keempat, dengan kode MHU 5, Wanita 50 tahun warga Mahakam Ulu, merupakan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut. Pasien ini dirawat di RSUD AW Syahranie Samarinda.
Kini, tidak ada lagi kabupaten dan kota di Kalimantan Timur yang belum dimasuki virus Korona. Nyaris setiap hari, terjadi kejutan-kejutan karena penularan sudah memasuki fase transmisi lokal. Antar orang per orang.
PERKEMBANGAN SE-KALTIM
Kejutan terbaru, Senin 17 Agustus 2020, tim Satgas Penanganan Covid-19 mengumumkan di Benua Etam terjadi penambahan pasien positif baru sebanyak 116 orang. Sementara yang sembuh 66 orang dan meninggal dunia 4 orang.
Penambahan pasien positif baru se Kalimantan Timur sebanyak 116 orang, terbesar terjadi di Balikpapan 35 kasus. Sehingga di daerah itu kini komposisinya total sebanyak 1.026 pasien terkonfirmasi positif, dengan 600 orang dinyatakan sembuh dan 59 orang meninggal dunia. Kemudian yang masih dalam proses penyembuhan ada 367 orang.
Sedangkan komposisi se Kalimantan Timur, update per hari Minggu 17 Agustus adalah; total kasus terkonfirmasih positif 2.485 orang, kemudian sebanyak 1.610 dinyatakan sembuh dan 93 orang yang meninggal dunia. Sedangkan yang masih dalam proses penyembuhan ada 782 orang.
Di Kota Bontang yang semula juga mampu mempertahankan sebagai zona hijau, kini memerah kembali setelah adanya temuan-temuan kluster penularan baru. Tim Satgas juga menemukan penularan di perumahan HOP eks Badak LNG. Dengan demikian diduga sudah terjadi kluster baru penularan lokal, setelah sebelumnya bersumber dari kawasan industri Pupuk Kaltim (PKT). Update per 17 Agustus 2020, pasien positif bertambah lagi di Bontang 21 orang.
Dengan data tambahahan 21 pasien positif baru itu, maka kini ada 91 pasien yang dirawat. Baik berada dalam pengawasan tim Satgas Covid-19 secara mandiri maupun dirawt tim medis di rumah sakit. Dengan jumlah 91 pasien dirawat untuk penyembuhan itu, menempatkan Kota Bontang kini berada di peringkat ke-4 dalam jumlah pasien prosese perawatan.
Daerah terbesar dalam hal pasien dirawat pada hari yang sama adalah Balikpapan (367 pasien), Samarinda (128 pasien) dan Kutai Kartanegara (128 pasien). Kemudian Bontang (91 pasien) dan di bawahnya Kutai Timur (16 pasien).
Catatan Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim, 21 pasien positif terjaring terdiri dari 14 kasus, merupakan kasus terkonfirmasi Positif asimtomatis (orang tanpa gejala) hasil pemeriksaan mandiri dari perusahaan mereka bekerja dan yang masih dalam tracing DKK (Dinas Kesehatan Kota) Bontang. Mereka menjalani isolasi mandiri, yaitu masing-masing dengan kode BTG 90 Laki-laki, BTG 91 Laki-laki, BTG 92 Wanita, BTG 93 Wanita, BTG 94 Wanita, BTG 95 Wanita, BTG 96 Laki-laki, BTG 97 Laki-laki, BTG 105 Lakilaki, BTG 106 Laki-laki, BTG 107 Wanita, BTG 108 Wanita, BTG 109 Laki-laki dan BTG 110 Wanita.
Kemudian 5 kasus lagi warga Bontang, merupakan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 asimtomatis (orang tanpa gejala) hasil pemeriksaan DKK (Dinas Kesehatan Kota) Bontang yaitu BTG 98 Laki-laki 29 tahun, BTG 99 Laki-laki 57 tahun, BTG 100 Laki-laki 56 tahun, BTG 101 Laki-laki 58 tahun dan BTG 103 Laki-laki 47 tahun. Kelimanya juga melakukan isolasi mandiri.
Sedangkan 2 kasus lainnya juga dari warga Bontang, merupakan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut yaitu BTG 102 Laki-laki 55 tahun dan BTG 104 Wanita 59 tahun. Untuk dua pasien ini dirawat di RSUD Taman Husada Bontang.
Dengan pertambahan 21 kasus positif itu, kini di Bontang total ada 110 orang yang pernah tercatat pernah tertular virus. Sebanyak 18 diantaranya sembuh dan 1 orang meninggal dunia. Sisanya adalah 91 orang yang dalam proses penyembuhan.
Kepala Dinas Kesehatan Bontang, Baharuddin mengakui adanya temuan penularan virus dari warga yang baru saja pulang dari Surabaya. Saat ini pihak perusahaan maupun Dinas Kesehatan Kota Bontang masih melakukan tracing. Sudah ribuan karyawan PKT diambil hasil swabnya dan menunggu uji laboratorium.
Wartawan: Charle
Comments are closed.