BeritaKaltim.Co

Disdik Balikpapan Anjurkan Tiga Hal Melarang Pelajar Ikut Demo

BERITAKALTIM.CO- Aksi unjukrasa tolak UU Cipta Kerja yang dilakukan tanggal 8-9 Oktober 2020 berakhir ricuh dan memanas di berbagai daerah begitu juga di Kota Balikpapan provinsi Kalimantan Timur

Dalam aksi demo yang terjadi dan sangat disesalkan terdapat pelajar yang mengikutinya dari SMA/SMK, SMP, bahkan ada dari tingkatan sekolah dasar (SD).

Menanggapi ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan pun akhirnya mengeluarkan surat edaran (SE).

Surat edaran itu mengimbau agar para orangtua dapat mencegah keterlibtan pelajar dalam mengikuti unjuk rasa di masa yang akan datang.

“Unjuk rasa itu ada terjadi anarkis dan kekerasan, yang lebih menyedihkan juga melibatkan anak-anak kita yang masih bersekolah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Muhaimin, Minggu (11/10/2020).

Muhaimin meminta agar para orangtua, kepala sekolah dan guru dapat memperhatikan tiga hal penting dalam mencegah keterlibatan aksi dengan memastikan putra putrinya berada di rumah pada jam pembelajaran daring.

Juga diwajibkan untuk memastikan manakala putra-putrinya ingin keluar rumah harus ditanyakan tujuannya dan bertemu dengan siapa. ” Ini sebagai pencegahan awal bentuk antisipasi”, ucapnya.

Kemudian orang tua diharap melakukan pengecekan atau pemeriksaan terhadap WA Grup yang ada di HP Android putra-putri.

” Jangan sampai HP Android mereka dikirimi ajakan orang yang tidak bertanggung jawab atau orang yang tidak dikenal agar mereka mengikuti unjuk rasa”, katanya.

Menurutnya dengan melakukan tiga hal tersebut, semua elemen khususnya para orangtua dapat mencegah keterlibatan pelajar mengikuti unjuk rasa.

“Mari kita selamatkan generasi emas, anak didik untuk dimasa yang akan datang. Kita jaga juga agar Balikpapan tetap kondusif,” imbuhnya. #

Wartawan: Thina

Comments are closed.