BERITAKALTIM.CO – Sebanyak delapan pembalap wanita mulai menjajal Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat pada ajang balap khusus perempuan pada Mandalika Kartini Race 2026, Jumat.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria di Mandalika, Jumat mengatakan bahwa ajang ini menjadi bagian penting dalam mendorong semangat kebangkitan di dunia balap nasional.
“Melalui event seperti ini, kami ingin mendorong lahirnya lebih banyak pembalap wanita serta memperkuat posisi sirkuit ini sebagai destinasi sport tourism kelas dunia,” katanya.
Ia mengatakan pihaknya akan terus menghadirkan berbagai event yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga memberikan ruang luas bagi pembalap dari berbagai latar belakang.
“Saksikan srikandi-srikandi pembalap Indonesia yang akan unjuk skill balapan di ajang Mandalika Kartini Race 2026,” katanya.
Menurutnya, ajang balap khusus perempuan, Mandalika Kartini Race 2026, menjadi panggung pembuktian bagi para pembalap wanita Indonesia.
Salah satu yang paling menarik perhatian adalah keikutsertaan Vivit Fariana bersama putrinya, Patricia Revalina Purnomo, yang siap menjajal lintasan di Pertamina Mandalika International Circuit pada 1–3 Mei 2026.
Bagi Vivit dan Patricia, keikutsertaan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga pengalaman baru yang penuh tantangan.
Selama ini, keduanya lebih akrab dengan balapan di lintasan gravel seperti drag race dan rally. Transisi ke sirkuit permanen seperti Mandalika tentu menjadi langkah besar dalam perjalanan mereka di dunia motorsport.
“Ini pertama kali kami ikut race di Mandalika, dan rasanya seru banget. Ini pengalaman baru buat kami,” kata Patricia dengan antusias.
Perbedaan karakter lintasan menjadi salah satu tantangan utama. Jika sebelumnya mereka terbiasa dengan permukaan tanah dan gravel, kini mereka harus beradaptasi dengan aspal sirkuit yang memiliki karakter teknis dan kecepatan tinggi. Namun justru di situlah letak daya tariknya.
Vivit menuturkan bahwa keinginan untuk mencoba hal baru menjadi alasan utama mereka turun di Mandalika Kartini Race.
“Biasanya kita main di gravel, sekarang coba di sirkuit Mandalika karena seru banget,” ujarnya.
Lebih dari sekadar balapan, keikutsertaan mereka juga membawa pesan kuat bagi perempuan Indonesia. Vivit dan Patricia ingin menunjukkan bahwa motorsport bukanlah dunia yang eksklusif untuk laki-laki.
“Motosport itu bukan cuma buat cowok, tapi buat siapa saja. Kalau punya minat, kenapa nggak dicoba?” kata Vivit.
Mereka juga mengajak perempuan lain untuk menyalurkan hobi balap di tempat yang aman dan profesional seperti sirkuit, dibandingkan melakukannya di jalan umum.
“Kehadiran event seperti Mandalika Kartini Race 2026 menjadi wadah penting untuk menumbuhkan minat dan bakat pembalap wanita Tanah Air,” katanya.
ANTARA | WONG
Comments are closed.