BeritaKaltim.Co

Kepala Bappeda Kaltim Sampaikan Pentingnya Hilirisasi Industri

BERITAKALTIM.CO- Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Timur Prof. Dr. Ir. H. M. Aswin, MM. Mewakili Gubernur Kaltim Isran Noor menjadi narasumber dalam Webinar yang diselenggarakan oleh Bisnis Indonesia cabang Kalimantan Timur.

Agenda ini diselenggarakan via online dan berkerja sama dengan Bank Indonesia, Pupuk Katim dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan tema “Industri Pengolahan Masa Depan Kalimantan Timur”

Dimoderatori oleh Rahmad Subiyanto dari Bisnis Indonesia, turut hadir pula dalam acara ini Nurul Ichwan Deputi Perencanaan Penanaman Modal, Tutuk SH Cahyono Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur dan Rahmad Pribadi Direktur Utama PT. Pupuk Kaltim.

Dalam pemaparannya Aswin menjelaskan Pertumbuhan Ekonomi Kaltim sejak tahun 2010 menunjukkan pola fluktuatif. Sempat terpuruk di tahun 2015 hingga 2016 dan mulai meningkat di tahun 2018 dan menurun kembali pada triwulan IV 2019 dan berlanjut saat pandemi covid-19 di 2020 ini.

Ia menjelaskan. Jika melihat struktur PDRB dalam kurun lima tahun terakhir sektor industri pengolahan berada pada posisi kedua setelah sektor pertambangan yang menjadi primadona PAD.

Sehingga. Ada beberapa peluang pengembangan sektor industri pengolahan di Kaltim yakni pertama, posisi Kaltim yang terletak pada Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, yang merupakan salah satu dari 3 alur yang menghubungkan bagian selatan dan utara Indonesia yang dapat dipergunakan oleh negara asing untuk arus barang keluar masuk.

Kedua, kontribusi dari sektor perkebunan yang mana 99,6 persen hasil perkebunan merupakan produksi komoditi sawit. Ketiga, terpilihnya Kalimantan Timur Menjadi Ibu Kota Negara Baru yang tentunya akan menimbulkan kutub perekonomian baru.

Oleh sebab itu. Aswin menjelaskan bahwa sejak 2008. Pemprov Kaltim telah mempersiapkan perubahan ekonomi menuju pembangunan yang lebih seimbang antara pemanfaatan potensi sumber daya alam untuk pertumbuhan ekonomi dengan jaminan keberlanjutan Kaltim untuk generasi masa datang. Yakni dengan upaya Transformasi Ekonomi dengan upaya hilirisasi Industri. Dan berlanjut hingga saat ini yang tercermin dalam Visi RPJMD 208-2023.

Hal ini menurut Aswin sesuai dengan visi dan misi Gubernur Kaltim yakni “Berani untuk Kalimantan Timur Berdaulat”. Dimana dalam misi ke-4 yaitu: Berdaulat dalam Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan.

Sehingga hal ini menurutnya, Kalimantan Timur diharapkan bisa lebih mandiri dalam mengolah sumber daya alam (SDA) maupun pendapatan hasil dari eksplorasi SDA.

“Visi Kaltim Berdaulat sebenarnya memberikan maksud agar Kaltim menjadi mandiri, dan tidak lagi berharap ataupun meminta dengan Pemerinta Pusat, namun menagih pendapatan yang memang Kaltim miliki dari eksplorasi sumber daya yang Kaltim hasilkan,” pungkas Aswin. #

Wartawan: Sam

Comments are closed.