BeritaKaltim.Co

Berbeda dari Biasanya, Komisi I DPRD Bontang Rapat dengan Kursi Kosong

BONTANG, BERITAKALTIM.CO – Setiap Rapat Dengar Pendapat (RDP) pasti menghadirkan kedua belah pihak. Kali ini, RDP ini berbeda dari biasanya.

Pasalnya, para anggota Komisi I DPRD Bontang mulai dari Bakhtiar Wakkang, Rusli, Ma’ruf Effendy, dan Abdul Haris rapat dengan kursi kosong.

Padahal, semestinya dijadwalkan menghadirkan PT Panglima Siaga Bangsa dan Disnaker Bontang dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut. Dari informasi diterima Bakhtiar Wakkang, manajemen perusahaan itu tak bisa hadir lantaran alasan sedang masa pandemi Covid-19.

Namun kata dia, alasan itu tak berdasar. Sebab, Bontang belum menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dan saat ini sudah memasuki penerapan masa New Normal.

“Alasan itu tidak logis. Karena tidak adanya PSBB di Bontang. Dan di rapat ini juga dilaksanakan berdasarkan protokol kesehatan,” sebut politisi Nasdem itu.

Sementara itu Disnaker, belum memberikan alasan terkait ketikdakhadirannya. Namun atas kejadian itu, Dia mengaku kecewa, khususnya kepada Disnaker Bontang selaku mitra Komisi I. Harusnya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Harusnya ini tidak terjadi. Nah Disnaker di mata masyarakat tidak serius dalam mengurusi rakyat. Kami akan minta Pjs Wali Kota untuk menegur Kepala Disnaker,” sebutnya dengan nada tinggi.

Selain itu, untuk menindaklanjuti hal tersebut, jajaran Komisi I DPRD Bontang akan melakukan rapat dan berkonsultasi dengan pimpinan dan beberapa fraksi terkait langkah apa yang akan dilakukan ke depan. Apalagi kejadian kegiatan ini merupakan panggilan kedua yang dilayangkan lembaga perwakilan rakyat tersebut. Nantinya Komisi I DPRD juga akan memberikan rekomendasi kepada Pemkot Bontang dalam menyikapi hal ini.

“Secara aturan apabila tiga kali diundang tidak datang. Maka bisa dilakukan pemanggilan paksa. Dan itu sesuai aturannya,” sebut politisi Hanura itu.#

Wartawan : Faza

Comments are closed.