BeritaKaltim.Co

JAMPER Unjukrasa Transparansi Anggaran Covid-19 dan Karantina Wisma Atlet

BERITAKALTIM.CO- Jaringan Mahasiswa dan Pemuda Pembaharu (JAMPER) Kaltim menggelar unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin(23/11/2020). Kedatangan sekelompok Mahasiswa ini menyoroti terkait transfaransi anggaran penanganan Covid-19 serta Sarana dan Pelayanan Karantina di Wisma Atlit Kukar yang dianggap kurang memadai.

Korlap Aksi, Ahmad Husaini memaparkan begitu besarnya anggaran yang diserap untuk penanganan Covid-19 di Kukar yang diperkirakan mencapai Rp129 Miliar. Namun menurutnya secara fasilitas dapat dikatakan belum layak dan secara prosedur penanganan pasien positif Covid-19 carut marut. Hal itu menurutnya didasari oleh pengalaman salah satu rekannya.

Dijelaskannya, pada tanggal 26 Oktober 2020 rekannya diminta oleh pihak Puskesmas Loa Janan untuk melakukan test swab. Setelah itu dilanjutkan dengan berbagai rangakaian test kesehatan lainnya di rumah sakit Parikesit Tenggarong Seberang pada tanggal 27 Oktober 2020.

Kemudian dari hasil tersebut rekannya dinyatakan positif Covid-19 tanpa ada bukti tertulis maupun hasil test swabnya.

Namun Ironisnya rekannya tersebut langsung dikarantina pada saat itu juga tanpa mengantongi sepucuk surat pun dari hasil pemeriksaan tersebut. Hingga akhirnya rekannya tersebut tetap mengikuti anjuran menjalani karantina di Wisma Atlit Kutai Kartanegara.

Selama masa karantina rekannya menuturkan kepada Ahmad bahwa fasilitas karantina seperti tidak terurus.

“Ini preseden buruk, kawan kami langsung dinyatakan positif tanpa surat hasil tesnya, dan langsung di Karantina. Lima hari menjalani karantina baru dapat sepucuk surat hasil test swab yang menyatakan kawan kami positif Covid. Baru satu orang begini, bagaimana dengan yang lain. Terus masalah anggaran yang ratusan milyar itu untuk apa?
Masa buat ganti bantal, selimut dan kasur aja tidak bisa,” urai Ahmad.

Lebih lanjut, dalam aksinya Ahmad mengatakan bahwa ada beberapa yang menjadi tuntutan JAMPER yaitu :

– Mendesak DPRD Kabupaten Kukar untuk memanggil satgas Covid-19 terkait tempat yang diduga tidak layak digunakan selama proses karantina.

– Mendesak DPRD Kab. Kukar untuk mengaudit kembali anggaran yang dialokasikan untuk pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Kukar.

– Copot Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kukar.

Setelah kurang lebih satu jam berorasi di depan gerbang DPRD Kukar, masa aksi pun diterima untuk berdialog di depan pintu masuk belakang kantor DPRD Kukar. Dalam dialog tersebut turut hadir menemui masa aksi yaitu Wakil Ketua DPRD Kukar Alif Turyadi, Ketua Komisi IV Baharuddin, Anggota Komisi IV Abdul Wahab, serta Kepala BPBD Kabupaten Kukar Marsidik.

Baharuddin, Ketua Komisi IV yang salah satu tupoksinya membidangi persoalan kesehatan ini menanggapi, Ia bersama rekan-rekannya di DPRD Kukar akan segera minindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan kawan-kawan JAMPER. Rencananya Ia akan memanggil pihak-pihak terkait untuk berkoordinasi kembali terkait aspirasi yang disampaikan JAMPER, termasuk berkoordinasi dengan Pj Bupati Kukar.

“Kami mengapresiasi kedatangan kawan-kawan JAMPER kesini menyampaikan aspirasinya, terkait tuntutan kawan-kawan segera akan ditindaklanjuti dengan berkoordinasi ke pihak-pihak terkait dahulu, termasuk Pj Bupati Kukar,” terangnya. #

Wartawan : Ahmadi

Comments are closed.