BeritaKaltim.Co

Kaltim Memasuki Puncak Musim Hujan, Waspadai Banjir Bandang dan Tanah Longsor

BERITAKALTIM.CO- Memasuki puncak musim hujan pada Januari hingga Februari 2021. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kaltim Yudha Pranoto mengimbau masyarakat mewaspadai kemungkinan terjadinya tanah longsor dan banjir bandang. Sejak dini, masyarakat diminta persiapkan diri dan anggota keluarga mulai dari risiko di sekitar.

“Musim hujan yang melanda beberapa daerah di Indonesia, termasuk Kaltim telah menimbulkan bencana yang tidak diduga, antara lain tanah longsor dan banjir bandang. Masyarakat harus tetap waspada terhadap berbagai kemungkinan terjadinya bencana alam,” ungkap Yudha Pranoto, Rabu (6/1/2021).

Yudha menambahkan, bencana yang ditimbulkan akibat musim hujan tidak bisa diprediksi kapan terjadi. Sehingga perlu upaya bersama untuk mengantisipasi terjadinya bencana, seperti angin kencang, banjir maupun tanah longsor yang datangnya secara tiba-tiba.

“Kita semua perlu menyadari bahwa kondisi alam dan lingkungan dewasa ini sudah banyak berubah, sehingga perlu adanya langkah dan upaya untuk mengantisipasi terjadinya bencana,” tuturnya.

Dijelaskannya, Secara empiris, kondisi Kaltim dapat dilihat dengan perubahan kondisi biogeofisik alam, pemanasan global menghasilkan dampak perubahan iklim dan cuaca yang tidak beraturan, degradasi sumber daya alam dan lingkungan menimbulkan berbagai fenomena alam yang memicu terjadinya bencana. Apalagi, sekarang sudah memasuki musim hujan sehingga diimbau masyarakat senantiasa meningkatkan kewaspadaan terkait kemungkinan bencana yang disebabkan curah hujan tinggi dan angin kencang.

“Angin puting beliung, curah hujan melebihi normal dapat menimbulkan bencana banjir dan tanah longsor dan dampak lain yang ditimbulkannya, seperti kerawanan pangan dan timbulnya hama penyakit,” bebernya.

Untuk itu, guna mengantisipasi bencana yang dapat ditimbulkan di musim hujan seperti banjir maupun angin puting beliung, menurut Yudha maka perlu dilakukan koordinasi dan sinergi semua pihak dalam penanggulangan bencana.

“Khusus kabupaten dan kota yang sudah memiliki BPBD bisa menyiapsiagakan desa tangguh bencana dan membangun sistem penanggulangan bencana secara sinergi, terencana, terpadu dan berkesinambungan.” pesannya. #

Wartawan : Ahmadi

Comments are closed.