BERITAKALTIM.CO- Penumpang pesawat Sriwijaya Air SJY-182 yang jatuh setelah hilang kontak saat terbang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pontianak Kalimantan Barat berjumlah 62 orang. Terdiri dari 50 penumpang dan 12 krew pesawat.
Data penumpang sudah beredar malalui whatsapp dan media sosial, namun belum ada konfirmasi resmi apakah data tersebut sesuai dengan manifes penumpang peswat yang jatuh. Namun menurut Ardita Irawati, juru bicara Kemenhub, dari 50 penumpang itu terdiri dari 40 dewasa, 7 anak-anak dan 3 bayi.
Dalam jumpa pers di Bandara Soetta, Sabtu (9/1/2021) malam, dijelaskan pesawat take off jam 14.36 WIB. Kemudian pada 14.37 masih melakukan kontak. Sekitar 14.40 Wita terjadi lost contact.
Saat hilang kontak diperkirakan lokasinya masih di seputar untaian Pulau Seribu, yaitu antara Pulau Laki dan Pulau Lancang.
Situs FlightRadar24 menyebut pesawat itu kehilangan ketinggian 10 ribu kaki dalam 1 menit. Pesawat sempat mencapai ketinggian 10.900 kaki, namun mendadak ketinggian berubah menjadi 8.950 kaki, turun ke 5.400 kaki, hingga terakhir terpantau di 250 kaki. Setelah itu, pesawat hilang kontak.
Tim Basarnas yang telah turun ke lokasi diduga menjadi titik kejadian menemukan beberapa serpihan diduga berasal dari pesawat Sriwijaya Air yang jatuh. Serpihan-serpihan berupa kabel dan potongan levis itu sudah dikumpulkan untuk diteliti apakah memang dari pesawat tersebut.
Pesawat Sriwijaya Air SJY-182 rute Jakarta-Pontianak merupakan jenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK-CLC. Pesawat itu dibuat tahun 1991 dengan nomor produksi (Manufacturers Serial Numbers) 27323.
Pesawat tersebut pertama kali melakukan uji terbang pada 13 Mei 1994, dan dipakai oleh Sriwijaya Air selama 8 tahun. Sebelumnya, pesawat yang sama pertama kali digunakan oleh maskapai AS, Continental Air Lines, kemudian dipakai oleh maskapai AS, United sejak Oktober 2010.
Baru pada Mei 2012, pesawat dioperasikan oleh Sriwijaya Air. #
Wartawan: le
Comments are closed.