BeritaKaltim.Co

Begini “Aksi Jumat” Komunitas Insan Peduli Samarinda

BERITAKALTIM.CO- Teriknya matahari dihari Jumat 16 April 2021 lalu, tidak menyurutkan semangat para perempuan yang terhimpun dalam organisasi sosial Komunitas Insan Perduli (KIP) Kota Samarinda untuk berbagai. Satu demi satu rumah warga yang kurang beruntung mereka datangi dan menyapa penghuninya dengan ramah dan penuh kasih sayang.

Assalammualaikum ibu terimakasih sudah nenyambut kedatanga kami,” sapa Wiwi Widianingsih, Sekretaris KIP Kota Samarinda didampingi wakil ketua Hj Budi Antarini dan Bendahara Siti Nurul Khotimah saat mengunjungi kediaman warga di Jalan Lambung Mangkurat Gang 8 Kelurahan Sungai Pinang Kota Samarinda.

Mereka tak sekedar berkunjung, tapi memberikan bingkisan Sembako yang terdiri dari 5 kilogram beras, gula, minyak goreng, telur dan teh kepada beberapa warga janda dan anak yatim yang tinggal di lingkungan tersebut.

Menurut Wiwi, kegiatan sosial ini rutin mereka lakukan setiap hari Jumat, dengan menghimpun dana dari para donatur.

Kegiatan berbagi dari Komunitas Insan Peduli (KIP).

Alhamdulilah kegiatan ini bisa rutin kita lakukan setiap jumat, untuk sembako kita bagi sebulan sekali dan bulan ini ada 88 paket sembako yang akan kita serahkan,” tutur Wiwi.

Selain membagikan paket Sembako ke beberapa rumah warga, KIP kota Samarinda juga mendatangi 2 rumah panti asuhan yang berada di daerah Jalan Sirat Salman. Di sana juga mereka memberikan paket Sembako dan pada sore harinya mereka masih juga bergerak membagikan nasi kotak kepada warga.

Di bagian lain, Ketua KIP Kota Samarinda Kompol Hj Sadinah SH, menceritakan berdirinya KIP Kota Samarinda pada 24 Februari 2020. Berawal dari rasa kepriharinan dia dan rekan-rekannya melihat kehidupan warga miskin yang belum tersentuh pemerintah. Tinggal di rumah yang tidak layak huni dan untuk makan sehari hari pun sulit.
“Organisasi KIP ini murni kita bentu untuk sosial, karena kita melihat sendiri bagaimana kehidupan saudara kita di luar sana yang sangat memprihatinkan,” tutur Hj Sadinah kepada beritakaltim.co.

Menurutnya tidak sedikit warga Samarinda yang nasibnya kurang beruntung dan herannya mereka itu tidak tersentuh pemerintah. Jangankan mendapat Kartu Indonesia Sehat (KIS) bantuan untuk makan sehari-hari pun tidak ada.

“Kita ada ketemu warga yang tinggal di rumah petak yang kondisinya sangat tidak layak, di situ tempat tidur, dapur ya wc. Pokoknya sungguh tidak layak untuk tempat tinggal,” tuturnya. #

Wartawan : Kiah

Comments are closed.