BeritaKaltim.Co

Dicari Polisi Karena Aduan Menista Agama, Jozeph Paul Zhang tak Ada di Indonesia Sejak 2018

BERITAKALTIM.CO- Inilah Jozeph Paul Zhang, seorang pria yang mendadak viral di media sosial, karena ucapannya yang diduga mengandung penistaan terhadap agama. Ucapan itu disampaikan dalam sebuah forum diskusi melalui aplikasi Zoom dan tersebar dari akun youtube pribadinya.

Jozeph kini dicari pihak kepolisian. Tapi informasi dari Kantor Imigrasi Kelas I Soekarno Hatta, tercatat dalam Travel document no B6622531, Jozeph Paul Zhang tidak lagi berada di Indonesia. Dia meninggalkan Indonesia menuju Hong Kong sejak tanggal 11 Januari 2018.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku pihaknya tengah menyelidiki persoalan tersebut. Jozeph yang konon pernah tinggal di Salatiga Jawa Tengah dilaporkan ke Bareskrim atas Laporan Polisi Nomor LP/B/0253/IV/2021/Bareskrim tanggal 17 April 2021.

“Sedang kami selidiki,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, seperti dikutip dari laman detikcom.

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto juga menyampaikan hal serupa. Dia memastikan pihaknya akan bergerak mencari keberadaan Jozeph Paul Zhang.

“Subdit 1 Dittipisiber akan melakukan monitoring dan bekerja sama dengan pihak Imigrasi untuk mengetahui keberadaan tersangka,” ujar Komjen Agus.

Pernyataan viral Jozeph tersebut awalnya disampaikan dalam sebuah forum diskusi via Zoom bertajuk ‘Puasa Lalim Islam’ dengan menyapa peserta yang ada di beberapa belahan dunia.

“Shalom yang ada di Afrika, di Rusia, Amerika, Kanada, ya Amerika sudah masuk. Yang ada di New Zealand, Australia, shalom semua, rahayu. Yang ada di Kamboja. Juga di Thailand, Korea luar biasa ya rombongan para nabi internasional. Tadi yang dari Kamboja mau daftar nomor 29. Saya suruh ambil nomor antrean dulu di Munchen,” ujar Jozeph Paul Zhang di akun YouTube Jozeph Paul Zhang.

Kemudian dia berceloteh tentang berbagai komentar kepada peserta diskusi Zoom. Kalimat-kalimatnya banyak menyinggung soal Nabi, walau kadang terasa disampaikan dengan gaya sambal berguyonan dengan teman-temannya.

“Boleh ya semua yang mau antre, bisa nomor antrean nabi. Lah wong situ nabi Jones disuruh buka dalam doa malah buka puasa sendirian, melangkahi. Suruh buka dalam doa malah buka puasa dia. Nggak bener ini nabi Jones sekte sesat Tangkitarian. Disuruh buka dalam doa malah buka tangki lu, nggak bener. Ya kita-kita terus berdoa yang ada di NTT ya. Terus kita doakan kalian semua ada di hati kami dan kita selalu push supaya temen-temen untuk bantu temen-temen di NTT. Haleluya, shalom semuanya,” ujar Jozeph Paul Zhang.

Setelah menyapa para peserta, Jozeph Paul Zhang lalu memulai Zoom dengan membahas terkait ‘puasa lalim Islam’

“Tema kita hari ini puasa lalim Islam. Luar biasa, lu yang puasa gua yang laper! Ha-ha-ha…. Gubrak gubrak. Password seperti biasa ya, buka jus jus jus gubrak gubrak gubrak olala bebe. Serius hari ini ya lu yang puasa gua yang laper, nggak bener lu,” katanya.

Sampai akhirnya dia pada kalimat yang banyak dipersoalkan Netizen yang menonton cuplikan dari akun youtubenya. Jozeph mengatakan telah membuat video sayembara. Ia menantang orang-orang untuk melaporkannya ke polisi karena penistaan agama dengan mengaku sebagai nabi ke-26.

“Gua kasih sayembara. Gua udah bikin video. Saya udah bikin video tantangan. Yang bisa laporin gua ke polisi gua kasih uang yang bisa laporin gua ke polisi penistaan agama, nih gua nih nabi ke-26, Jozeph Paul Zhang. Meluruskan kesesatan ajaran nabi … (menyebut nama Nabi tapi diedit oleh redaksi),” tuturnya.

Jozeph Paul Zhang menantang minimal ada 5 laporan polisi di polres berbeda. Jozeph Paul Zhang akan menghadiahi orang yang melaporkannya Rp 1 juta.

“Kalau Anda bisa bikin laporan polisi atas nama penistaan agama, gua kasih 1 laporan Rp 1 juta. Maksimal lima laporan. Supaya nggak bilang gua ngibul kan jadi kan Rp 5 juta. Di wilayah polres yang berbeda. Saya kasih 1 laporan Rp 1 juta. Jadi lima laporan Rp 5 juta. Sabar ya. Klub nabi ke-16, lu pake kaus lu disambit orang lu, wah ini dia klub penista agama,” tuturnya. #

Wartawan: le | detikcom

Comments are closed.