BeritaKaltim.Co

PUPR Kaltim Koordinasi Pendampingan dengan Kejati Kaltim Terkait PSN Bendungan Marangkayu

BERITAKALTIM.CO – Awal Juli ini, PUPR Kaltim melakukan koordinasi dan pendampingan dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur untuk Percepatan Penyelesaian salah satu proyek strategis nasional (PSN) di Kaltim. Yakni, pembangunan bendungan Marangkayu Kutai Kartanegara.
diwakili oleh Kasie Perencanaan SDA : Dr. M. Zuraini Ikhsan Ag, S.T., M.T., koordinasi dilakukan agar proses pembangunan bisa berjalan lancer tanpa kendala. Utamanya kendala terkait perizinan dan persingguhan dengan lahan milik warga sekitar.

Diketahui, salah satu PSN di Kaltim adalah penyelesaian Bendungan Marangkayu di Kutai Kartanegara dengan format pembiayaan dari APBN senilai 272 Miliar. Bendungan Marangkayu adalah bendungan yang terletak di provinsi Kalimantan Timur, di kabupaten/kota Kutai Kartanegara. Bendungan ini direncanakan akan memiliki kapasitas sebesar 12.37M³diharapkandapat mengairi lahan seluas 4500 Ha, mengurangi debit banjir sebesar 0,73 M³/detik, menyediakan pasokan air baku sebesar 0,45 M³/detik, dan menghasilkan listrik sebesar 1,35 MW.

“Dengan eksisnya fasilitas ini nantinya, akan sangat berpengaruh posisif bagi penanggulangan banjir sekaligus menjadi pemasuk tenaga listrik yang cukup besar,” kata Zuraini Ikhsan.

Langkah koordinasi ini berlanjut dengan inventarisasi dan identifikasi data pihak yang berhak dan objek Pengadaan Tanah Bendungan Marangkayu, di desa Sebuntal dan desa Bunga.

Kegiatan itu dihadiri oleh instansi pemerintahan yaitu Camat Marangkayu, Kepala Desa Sebuntal, Kepala Desa Bunga Putih, Babinsa Marangkayu, Bhabinkamtibnas Marangkayu, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kukar.

Kemudian hadir juga perwakilan Dinas Perkebunan Kabupaten Kukar, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kukar, dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Kabupaten Kukar.

Selanjutnya ada PPK dan PPTK Pengadaan Tanah Bendungan Marangkayu, pihak BUMN yaitu PT. PHSS dan PT. Perkebunan Nusantara 13, pihak swasta yaitu PT. Kutai Sawit Plantations dan para pihak yang berhak.

Dijelaskan lagi, luas pengadaan tanah untuk pembangunan bendungan marangkayu ini sekitar 544 hektar, meliputi desa Sebuntal 371 hektar, desa Bunga Putih 160 hektar, desa Semangkok 11 hektar, desa Perangat Selatan 1 hektar dan desa Makarti 1 hektar.

Bendungan Marangkayu memiliki volume tampung 12,37 juta meter kubik dengan luas genangan 455 hektar.

Bendungan bendungan juga akan menjadi Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) regional bagi Kawasan Bontang dan Kukar.

“Selain untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana irigasi, bisa juga dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga air dan juga sebagai objek pariwisata,” tambahnya. (adv)

 

Comments are closed.