6. PT Bio Farma
Indonesia akan memproduksi vaksin sendiri pada tahun 2022. Project Integration Manager R&D PT Bio Farma, Neni Nurainy, mengatakan sebagai langkah awal perusahaan akan melaksanakan penyediaan vaksin jangka pendek dengan cara menjalin kerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd dari China. Beliau mengatakan Indonesia diuntungkan dari kerja sama dengan Sinovac, karena mendapatkan bantuan teknologi mulai September 2020 hingga Januari 2021. Sehingga Indonesia dapat mengandalkan produksi vaksin dalam negeri, yakni vaksin Merah Putih pada tahun 2022.
7. Vaksin CanSino
Vaksin yang dikembangkan oleh CanSino Biological Inc. dan Beijing Institute of Biotechnology mempunyai merek dagang Convidecia. Vaksin ini menggunakan platform adenovirus (Ad5), yang disimpan dalam suhu 2-8 derajat celcius. Untuk efikasinya, vaksin Convidecia memberikan perlindungan pada semua gejala sebesar 65,3 persen dan 90,1 persen terhadap kasus berat. Baca juga: BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Produksi Johnson & Johnson dan Cansino
8. Vaksin Sputnik V
Vaksin asal Rusia yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology ini mempunyai nama lain Gam-COVID-Vac. Vaksin ini bertipe vaksin viral vector, yang memanfaatkan adenovirus non-aktif untuk mengantarkan protein spike dari Covid-19 ke dalam sel tubuh, sehingga memicu pembentukan antibodi. Efikasi dari vaksin dilaporkan mencapai sekitar 96,1 persen. Beberapa negara lain yang telah menggunakan vaksin ini seperti Rusia, Iran, Arab Saudi, Palestina, Serbia, Belarusia, Armenia, dan Tunisia.
Comments are closed.